DetikNews
Jumat 05 Mei 2017, 10:57 WIB

Jelang Ramadan, Mendag Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Bandung

Mochamad Solehudin - detikNews
Jelang Ramadan, Mendag Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Bandung Mendag Enggartiasto Lukita (kemeja putih) didampingi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat memantau stok dan harga kebutuhan pokok jelang Ramadan 2017 di Pasar Kosambi Bandung. Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memantau stok dan harga kebutuhan pokok jelang Ramadan 2017 di Pasar Kosambi Bandung. Hasil pantauan itu dipastikan harga dan stok kebutuhan pokok di Kota Bandung dalam kondisi aman.

Enggar dan rombongan tiba di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jumat (5/5/2017), sekitar pukul 08.00 WIB. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Hening Widiatmoko dan sejumlah pejabat lain di lingkungan Pemkot Bandung. Mereka berinteraksi dengan sejumlah pedagang.

Ia mengatakan ada tiga komoditas pangan yang betul-betul dijaga baik harga dan stoknya agar tidak terganggu. Seperti beras, gula dan daging sapi. Sebab tiga komoditas tersebut kebutuhan utama masyarakat.

"Dari pantauan tadi, beras terkendali dan memang sebelumnya pak wali telah yakinkan saya bahwa di Kota Bandung beliau mengendalikan pasokan dan harga. Ini kami buktikan bahwa beras aman dan itu sangat utama," kata Enggar di sela-sela peninjauan.

Selain itu, untuk menjaga stok dan harga daging sapi, menurut Enggar, pemerintah telah menyiapkan daging beku dari Bulog. Saat ini tersedia stok daging beku di Bulog sebanyak 40 ribu ton dan akan masuk lagi daging beku dari India sebanyak 51 ribu ton.

Daging beku segera didistribusikan jelang Ramadan ini dengan harga jual maksimal Rp 80 ribu. "Ini biar masyarakat ada dua pilihan (daging beku atau daging sapi biasa)," ujarnya.
Jelang Ramadan, Mendag Pantau Harga Kebutuhan Pokok di BandungMendag Enggartiasto memantau stok dan harga kebutuhan pokok jelang Ramadan 2017 di Pasar Kosambi Bandung. Foto: Mochamad Solehudin

Untuk gula pasir harga eceran tertinggi (HET) di pasar ritel modern Rp 12.500. Namun saat ini harga masih melebihi HET yang ditetapkan karena para pengusaha masih menghabiskan sisa stok yang ada.

"Segera Bulog akan turun dengan gula curah yang 50 kilogram untuk silahkan dikilo oleh pedagang pasar. Mereka beli dengan Rp 11.300 (perkilogram) dan jual maksimum Rp 12.500 (perkilogram). Khusus kiloan, mereka beli dari Bulog Rp 11.900 dan jual juga dengan maksimum Rp 12.500," tutur Enggar.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sudah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi gejolak harga jelang Ramadan ini. Pemkot Bandung tetap menjaga inflasi daerah. Sebab inflasi berbanding lurus dengan pergerakan harga barang.

"Di mana ada harga tidak wajar itu sudah lampu kuning. Pemkot ambil tindakan. Pertama rutinitas PD Pasar lapor wali kota terkait harga harian. Kalau sudah ada harga potensi masalah kami kordinasi ke Bulog," ujar Emil, sapaan Ridwan.

Dia berharap, jelang dan selama Ramadan tidak terjadi gejolak harga kebutuhan pokok. Sehingga masyarakat bisa lebih tenang menjalankan ibadah puasa. "Mudah-mudahan menjelang puasa sampai lebaran tidak ada kenaikan harga berlebihan soal harga sembako," kata Emil.
(bbn/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed