DetikNews
Kamis 04 Mei 2017, 22:39 WIB

Jelang Ramadan, Mendag Minta Pemda 3 Hari Sekali Pantau Pasar

Mochamad Solehudin - detikNews
Jelang Ramadan, Mendag Minta Pemda 3 Hari Sekali Pantau Pasar Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta semua kepala daerah di masing-masing wilayah untuk rajin melakukan pantauan harga jelang dan selama Ramadan 2017.

"Minta tolong pemda memantau harga stok (kebutuhan pokok), ke lapangan setidaknya tiga hari sekali (jelang dan selama Ramdan)," ucap dia, saat memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok Menghadapi Hari Besar Keagaman Nasional, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (4/5/2017).

Menurut dia, sejauh ini produksi dan distribusi kebutuhan pokok dalam keadaan stabil. Sehingga semua pihak perlu waspada dan curiga ketika ada kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak wajar. Apalagi jelang Ramadan seperti sekarang ini sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan.

"Secara periodik turun ke pasar. Pejabat, kepala daerah, harus hadir beri rasa percaya. Kadisperindag pantau perkembangan (harga dan stok barang). Buat posko dari sekarang," ujarnya.

Dia juga mengingatkan kepada para pengusaha untuk tidak menimbun barang. Karena pemerintah tidak akan segan mengambil langkah tegas untuk menindak para spekulan yang sengaja menimbun barang.

"Ada gejolak sedikit segera usut penyebabnya. Kalau ada di lapangan ada (praktik) yang merugikan masyarakat segera laporkan ke kepolisian," ucapnya.

Meski begitu, dia memastikan stok kebutuhan pokok jelang Ramadan ini aman. Bahkan pihaknya telah berkoordinas dengan Bulog untuk menambah stok barang. Nantinya barang tersebut akan dilepas ke pasaran bila terjadi gejolak harga di masyarakat.

"Ada 1,5 juta liter minyak goreng, juga daging dan beras. Begitu ada gejolak sedikit kita gelontorkan, operasi pasar. Dan kami berjanji akan segera mengusu kenaikan itu," ucapnya.

Selain itu, pihaknya menjamin stok gula aman. Sat ini stoknya mencapai 760 ribu ton. Tidak hanya itu, pihaknya akan berupaya memotong jalur distribusi yang selama ini menjadi salah satu penyebab terjadinya lonjakan harga.

Rapat koordinasi Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok Menghadapi Hari Besar Keagaman Nasional ini dihadiri oleh sejumlah tamu undangan. Seperti Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, perwakilan Bank Indonesia, perwakilan pengusaha, serta pejabat di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.
(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed