Dalam rilis yang diterima detikcom dari Staf pengelola data dan informasi Disdik Kota Bandung, untuk kepala sekolah dari semula Rp 280 ribu menjadi Rp 4.117.647, guru dari Rp 280 ribu naik ke angka Rp 761.246, sementara pengawas dari Rp 850 ribu menjadi Rp 2.352.941.
Sementara bagi penilik dan pamong jika memenuhi 6 ribu menit kerja dalam aplikasi ERK (Elektronik Remunerasi Kinerja) tunjangan yang semula Rp 1.650.000 menjadi Rp 13.396.471 untuk penilik madya, dan jadi Rp 9.405.294 untuk penilik muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan ini sebagai bukti perhatian tiada henti Pemkot Bandung kepada para insan pendidikannya," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana, Senin (2/5).
Dengan kenaikan tunjangan ini Elih berharap kualitas pendidikan Kota Bandung semakin baik. Elih juga mengatakan bahwa kenaikan TPP dan TKD untuk guru dan tenaga kependidikan sejalan dengan tema Hardiknas tahun ini yaitu 'Dengan Inovasi Pendidikan Bermutu, Berkeadilan dan Berwawasan Lingkungan, Kita Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas'.
"Targetnya memang percepatan pemerataan pendidikan berkualitas. Pendidikan berkualitas untuk semua. Itu esensi dari pendidikan inklusif kota ini," terangnya.
Selama bulan pendidikan ini, agenda peringatan Hardiknas tidak selesai di tanggal 2 Mei namun berlanjut di hari-hari berikutnya selama bulan Mei.
"Di bulan Mei ini akan dilaksanakan Gebyar Literasi Kota Bandung dengan pemecahan rekor dunia membaca senyap Bandung Juara Membaca dan launching 200 pojok baca PAUD pada 4 Mei," urainya.
Selain itu, lanjut Elih, juga akan ada seminar pendidikan yang mengangkat topik 'Peran Guru Sebagai Perajut Kebhinekaan' di tanggal 6 Mei. Lalu Wisata Sejarah Siswa pada 12 Mei, sosialisasi Internet Cermat 15-18 Mei, dan launching inovasi pendidikan tanggal 22 Mei.
"Semua rangkaian kegiatan ini kami persembahkan untuk masyarakat pendidikan Kota Bandung. Selamat hari pendidikan nasional," pungkas doktor lulusan UPI tersebut. (ern/ern)











































