Emil menyatakan diri siap membidik kursi Jabar-1. "Ada yang bilang Pak wali kok meninggalkan partai pendukungnya? Tidak meninggalkan, dulu juga komunikasi. Cuma Gerindra itu mensyaratkan saya jadi kadernya (untuk maju Pilgub Jabar), PKS juga mendahulukan kadernya," ucap Emil di Aula Koperasi Pegawai Kota Bandung (KPKB), Jalan Wastukancana, Selasa (2/5/2017).
Emil menilai dua situasi itu tidak ideal untuknya. Sehingga, Emil memilih berkomunikasi dengan partai politik lain berkaitan Pilgub Jabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Gerindra Buka Pintu Koalisi dengan PKS untuk Pilgub Jabar 2018
Pria lulusan Master of Urban Design University of California, Berkeley, ini menolak disebut meninggalkan kedua partai pendukungnya di Pilkada Kota Bandung 2013 lalu.
"Jadi kalau ada yang bilang meninggalkan, saya kira keliru ya. Pertama, saya tidak berpartai. Dua, saya berkomunikasi, tapi partai pendukung terdahulu memberi syarat. Syarat menjadi kader partai Gerindra Jabar, saya kan belum memungkinkan situasi itu. Ke PKS, PKS mendahulukan kader. Jadi posisi memang homeless," tutur Emil. (avi/bbn)











































