Beruntung, komputer server serta puluhan komputer lain lolos dari aksi pencurian, sehingga para siswa masih bisa melakukan ujian. Namun kondisi itu membuat khawatir Kepala Sekolah SMPN 2 Singaparna Undang Kusnadi. Menurutnya komputer cadangan yang dicuri itu untuk mengantisipasi adanya komputer ujian rusak.
"Kemungkinan besar kejadiannya pukul 2 atau 3 dini hari. Alhamdulillah tiga buat serven aman," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain sekolah, ternyata maling juga menyasar kantin serta rumah penduduk di sekitar sekolah untuk mencuri barang elektronik warga.
Insiden ini membuat Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanusl Ulum dan Wakil Bupati Ade Sugianto mendatangi SMPN 2 Singaparna. Keduanya mengaku prihatin serta mengecam aksi pencuri yang membawa kabur empat komputer milik sekolah.
"Saya merasa prihatin. Di saat fasilitas yang kami butuhkan masih minim karena anggaran, ditambah ada yang ngambil. Mudah-mudahan masyarakat sadar pendidikan milik bersama. Kalau ambil jangan di fasilitas pendidikan. Apalagi ini siangnya mau UN, malamnya diambil," sesal Uu.
(ern/ern)










































