Mereka memilih untuk melaksanakan aksi jalan santai ketimbang untuk menggelar aksi unjuk rasa. Mereka beranggapan bahwa dengan jalan santai bisa mempererat tali silaturahmi antar sesama buruh.
"Intinya kami disini silaturahmi, dengan jalan santai mudah-mudahan kami bisa lebih mengenal satu sama lain," ungkap salah seorang buruh pabrik, Diana Alfira (22) kepada detikcom saat ditemui di Lapangan Kerkof, Jalan Merdeka, Garut, Senin (1/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data yang dihimpun dari panitia penyelenggara, jumlah peserta (buruh) yang mengikuti aksi jalan santai ini mencapai 10.000 orang.
"Jumlah pesertanya ada sepuluh ribu orang, mereka berasal dari 12 perusahaan dan pabrik yang ada di Kabupaten Garut," kata Ketua Panitia, Ajat (52) kepada wartawan di Lapangan Kerkof Garut.
Ditempat lainnya, seratusan massa dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul Garut. Massa terlebih dahulu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum melakukan aksi. Dalam aksinya massa juga tetap menyuarakan beberapa tuntutan kepada pemerintah di antaranya menolak upah murah.
"Kami kerja dengan upah yang minim, apalagi UMR di Garut ini kan hanya Rp 1,4 juta. Kami berharap agar pemerintah bisa lebih mensejahterakan lagi kami sebagai buruh," ungkap Koordinator Aksi, Yudi Alamsyah (38) kepada wartawan di Bundaran Simpang Lima, Tarogong Kidul Garut.
Aksi yang berlangsung sekitar dua jam itu berlangsung tertib dan damai. Meski begitu, puluhan personil kepolisian dari Polres Garut tetap disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. (avi/avi)











































