Ketua Badan Pengawas Pemilu Jabar (Bawaslu) Harminus Koto menyatakan, meski secara geografis Jawa Barat berdekatan dengan Jakarta namun isi SARA tidak akan terjadi pada Pilgub Jabar mendatang. Apalagi masyarakat Jawa Barat sudah dewasa menyikapi setiap masalah yang kerap terjadi dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.
"Pilkada DKI dan Jabar tidak sama. Kulturnya beda (antara) DKI Jakarta dengan Jabar," kata dia, usai menghadiri penandatanganan NPHD, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (28/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Potensi isu (SARA) di sana (karena) ada masalah pasangan calon. Kalau melihat calon yang (saat ini) ada, kita tidak melihat potensi (isu SARA) itu," katanya.
Meski begitu, pihaknya tetap akan melakukan antisipasi. Sejak jauh-jauh hari Bawaslu Jabar telah mengantisipasi berbagai bentuk pelangaran yang diprediksi akan mewarnai Pilgub Jabar 2018, termasuk masalah SARA.
"Kita tetap antisipasi terhadap potensi (isu SARA) itu. Kita lakukan pencegahan dengan melakukan komunikasi dengan berbagai pihak," ujarnya.
Dia menambahkan, bila isu SARA ini benar-benar muncul dalam Pilgub Jabar, pihaknya tidak akan segan menindak tegas pelakunya. Karenanya, ia bertekad melakukan pengawasan secara maksimal agar pesta demokrasi di Jabar ini tidak terganggu.
(ern/ern)











































