Di Ponpes tersebut Anton disambut dengan sejumlah pertunjukan permainan kesenian sunda seperti Bola Lengeun Seneu (Boles), Lisung Ngamuk dan Pencak Silat Maung Bodas.
Usai pertunjukan, Anton mengungkapkan rasa bangganya dengan Ponpes Alfath yang mengajarkan agama Islam namun tanpa melunturkan kebudayaan sunda. Bahkan Anton berkeinginan agar seluruh anggota kepolisian di Polda Jabar juga belajar pencak silat Maung Bodas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton juga membahas perlunya menjaga kelestarian budaya Sunda yang menurutnya hal itu adalah cikal bakal pemelihara adat dan tata tentram kehidupan bermasyarakat di Jabar. "Agama tetap kita jaga dan budaya harus selalu dipelihara," imbuhnya.
Bersama Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansur, Anton kemudian melihat-lihat koleksi museum Al Fath yang berisikan peninggalan sunda masa lampau.
Diwawancarai terpisah, KH DR. Fajar Laksana pimpinan Ponpes Alfath menyebut ponpes yang dikelolanya mengaplikasikan metode dakwah para wali, mengajarkan Islam dengan cara-cara yang santun mengikuti budaya tanpa melanggar syariat.
"Para wali inu selalu mengajarkan ajaran Islam atau dakwah dengan santun mengikuti budaya apa yang ada dalam masyarakat tapi tidak melanggar syariat Islam. Islam yang rahmatan li alamin. Islam bisa hidup dimana saja, mau di suku Batak, Jawa, Sunda atau dimanapun tanpa melanggar syariat," terangnya.
Terkait keinginan Kapolda Jabar agar pencak silat Maung Bodas menjadi opsi pilihan anggota Polri di wilayah Polda Jabar, Fajar Laksana mengaku siap dan akan berkordinasi dengan Polres Sukabumi Kota.
"Pencak silat ini tidak kalah dengan beladiri luar negeri seperti yang saat ini dimiliki kepolisian, nanti saya akan berkomunikasi lebih jauh dengan pimpinan di Polres Sukabumi Kota," tutupnya. (ern/ern)











































