Kasubag Humas Polres Karawang AKP Marjani menjelaskan dua kasus gantung diri itu berlangsung di lokasi berbeda yang berada dalam wilayah Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (24/4) kemarin.
Data dihimpun Marjani, pada Senin siang Iyah (70) tewas dalam keadaan tergantung di atas kusen pintu kamarnya di Dusun Puloboyo, Desa Sumurgede. Leher perempuan renta itu menggantung pada selembar kain yang dikaitkan di kusen pintu rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marjani menambahkan, berdasarkan keterangan saksi, Iyah mengalami depresi lantaran sakit sesak napas yang tak kunjung sembuh. "Menurut keterangan saksi, sudah lama dia menderita penyakit sesak napas. Kesimpulan sementara, dia meninggal akibat bunuh diri dan tidak ditemukan ciri lain akibat kematian korban," kata Marjani.
Pada Senin sore, sekitar pukul 17.00 WIB, polisi kembali mendapat laporan kejadian gantung diri di Dusun Krajan, RT 12 RW 03, Desa Tegalurung. Warga sekitar digegerkan oleh kematian Takap (65). Pria tersebut ditemukan dalam kondisi leher tergantung pada seutas tali tambang yang terikat kayu atap rumahnya.
Jenazah Takap ditemukan oleh anaknya, Ati (40). Marjani bercerita, sore itu, Ati mendatangi rumah sang ayah yang tinggal sendiri. "Maksudnya untuk memberi makan. Ternyata saat itu Ati menemukan ayahnya sudah tidak bernyawa," kata Marjani.
Berdasarkan keterangan Ati, korban mengalami depresi lantaran tak kunjung sembuh karena stroke. "Menurut saksi, korban sudah lama mengidap stroke. Keluarga menolak autopsi jenazah. Pihak keluarga menerima dengan ikhlas dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah," kata Marjani. (bbn/bbn)











































