Sakit tidak Kunjung Sembuh, 2 Warga Karawang Gantung Diri

Sakit tidak Kunjung Sembuh, 2 Warga Karawang Gantung Diri

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Selasa, 25 Apr 2017 12:41 WIB
Sakit tidak Kunjung Sembuh, 2 Warga Karawang Gantung Diri
Foto: Ilustrasi: Zaki Alfarabi
Karawang - Dua kejadian warga tewas diduga bunuh diri terjadi di Karawang. Pemicu kedua orang gantung diri ini diperkirakan depresi lantaran penyakit dideritanya tak kunjung sembuh.

Kasubag Humas Polres Karawang AKP Marjani menjelaskan dua kasus gantung diri itu berlangsung di lokasi berbeda yang berada dalam wilayah Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (24/4) kemarin.

Data dihimpun Marjani, pada Senin siang Iyah (70) tewas dalam keadaan tergantung di atas kusen pintu kamarnya di Dusun Puloboyo, Desa Sumurgede. Leher perempuan renta itu menggantung pada selembar kain yang dikaitkan di kusen pintu rumahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jenazah Iyah ditemukan oleh Watini, anak perempuannya," kata Marjani lewat pesan singkat kepada detikcom, Selasa (25/4/2017).

Marjani menambahkan, berdasarkan keterangan saksi, Iyah mengalami depresi lantaran sakit sesak napas yang tak kunjung sembuh. "Menurut keterangan saksi, sudah lama dia menderita penyakit sesak napas. Kesimpulan sementara, dia meninggal akibat bunuh diri dan tidak ditemukan ciri lain akibat kematian korban," kata Marjani.

Pada Senin sore, sekitar pukul 17.00 WIB, polisi kembali mendapat laporan kejadian gantung diri di Dusun Krajan, RT 12 RW 03, Desa Tegalurung. Warga sekitar digegerkan oleh kematian Takap (65). Pria tersebut ditemukan dalam kondisi leher tergantung pada seutas tali tambang yang terikat kayu atap rumahnya.

Jenazah Takap ditemukan oleh anaknya, Ati (40). Marjani bercerita, sore itu, Ati mendatangi rumah sang ayah yang tinggal sendiri. "Maksudnya untuk memberi makan. Ternyata saat itu Ati menemukan ayahnya sudah tidak bernyawa," kata Marjani.

Berdasarkan keterangan Ati, korban mengalami depresi lantaran tak kunjung sembuh karena stroke. "Menurut saksi, korban sudah lama mengidap stroke. Keluarga menolak autopsi jenazah. Pihak keluarga menerima dengan ikhlas dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah," kata Marjani. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads