Aneka Cerita Tingkah Owa Jawa di Cimaranginan Sukabumi

Aneka Cerita Tingkah Owa Jawa di Cimaranginan Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 22 Apr 2017 15:57 WIB
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Sebagian warga di Kampung Cimaranginan Sukabumi sudah terbiasa hidup selaras dengan habitat satu keluarga Owa jawa di daerahnya. Meski berdampingan dengan primata bernama latin Hylobates moloch itu, mereka terkadang harus merelakan kebun buah miliknya habis dilahap hewan itu. Secara tidak langsung, warga setempat menyadari kehadiran mereka yang sebenarnya 'mengganggu' habitat asli satwa tersebut.

Slamet Maryono (45), warga RT 28 RW 06, Kampung Cimaranginan, Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merasa tidak asing dengan kehadiran Owa jawa di sekitar kediamannya. Bahkan, tak jarang saat ia rehat, beberapa ekor Owa turun dan bermain di teras depan rumahnya yang berbentuk panggung.

"Kaca jendela saya kan besar, mereka (Owa) terlihat centil bergaya di depan kaca. Kalau lapar mereka ketuk-ketuk jendela, saya siapkan makanan kalau ada," tutur Slamet di rumahnya kepada detikcom, Sabtu (22/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Tini Kasmawati, Pawang Owa Jawa di Cimaranginan Sukabumi

Slamet sudah lama tinggal di Kampung Cimaranginan. Di atas tanah miliknya, banyak tumbuh pohon buah-buahan mulai dari rambutan hingga jambu. Slamet menyatakan harus berbagi dengan keluarga Owa jawa yang seluruhnya berjumlah 6 ekor itu setiap kali pohonnya berbuah.

"Kadang saya kalah cepat. Belum sempat dipanen, eh cuma disisakan cangkangnya saja. Tapi saya enggak marah, mau gimana lagi tempat ini kan memang populasi mereka," ujar Slamet.
Suasana KampungSuasana Kampung Cimaranginan di Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah
Di kaki perbukitan Gunung Puncak Bule, terdapat tujuh rumah warga yang hidup berbagi dengan keluarga satwa itu. Pengetahuan tentang Owa jawa, mereka peroleh dari sukarelawan dari Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC).

"Banyak sukarelawan yang datang dan melakukan penelitian. Ditambah adanya bu Tini, warga sini yang sering memberi makan Owa jawa dan selalu mengawasi Owa-owa itu," kata Slamet.

Tini dimaksud Slamet ialah Tini Kasmawati (44), warga setempat yang setia mengawasi Owa jawa di Kampung Cimaranginan. Sebanyak enam ekor satwa itu mengenal 'akrab' perempuan tersebut melalui suara. Keluarga Owa itu memilih tak muncul bila sengaja dipanggil dan diberi makan oleh orang lain. Sewaktu diwawancarai detikcom, Tini menduga satwa itu mengenalinya melalui bau tubuh dan suaranya.

"Kalau sudah dengar suara saya, meski sedang di tengah hutan, mereka (Owa) pasti turun. Mereka sebelumnya mengawasi dari jauh, karena ketika terlihat ramai atau ada orang asing, mereka enggak akan mau turun. Setelah saya yang menghampiri, mungkin mereka merasa aman, baru mau mendekat," tutur Tini.
Cerita Warga soal Aneka Tingkah Owa Jawa di Cimaranginan SukabumiFoto: Syahdan Alamsyah
Pernah suatu ketika Tini merasa cemas saat hujan petir melanda kampungnya. Berbekal payung, dia menembus hujan untuk masuk hutan. "Jadi gimana ya, ketika rasa khawatir datang saya pasti naik sampai ke atas bukit. Kalau saya dengar suara mereka (Owa), baru saya tenang. Itu artinya mereka baik-baik saja. Begitu juga ketika saya ada kesibukan, saya ingat mereka lapar walau hujan pasti saya datang ke sini," tuturnya.

Menurut Tini warga, kampung sudah menganggap keberadaan Owa jawa sebagai keluarga. Kalau ada panen buah-buahan, warga secara sukarela menyisihkan sedikit untuk diberikan ke Tini. "Kadang ada warga yang ingat kalau panen buah-buahan, mereka bilang ieu keur barudak (ini untuk anak-anak)," tutup Tini seraya terkekeh. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads