DetikNews
Jumat 21 Apr 2017, 15:45 WIB

Tangkap Ferry, Polisi Buru Sindikat Pemalsu KTP di Jabar

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Tangkap Ferry, Polisi Buru Sindikat Pemalsu KTP di Jabar Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Selama tiga tahun, Ferry Alamsyah (27) melakoni bisnis ilegal pembuatan KTP palsu. Praktik pembuatan KTP abal-abal buatan Ferry ini sukses dibongkar Polda Jabar. Kini tengah polisi menelusuri jejak sindikat pemalsu KTP di Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menyebutkan pelaku memproduksi KTP palsu setelah mendapat pesanan. Lalu pelaku memasukkan data pemesan sesuai kartu keluarga ke komputer dan meminta pemesan mengirimkan foto melalui handphone.

"Setelah itu dia mengeprint dan keluar lembaran plastik berisi identitas pemesan yang siap ditempel pada blanko kosong KTP," ujar Yusri di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (21/4/2017).

Blanko kosong itu, kata Yusri, didapat pelaku dengan cara menggosokkan KTP yang sudah kedaluwarsa menggunakan ampelas dicampur air. Lembaran plastik yang sudah dicetak pelaku, ditempel pada blanko yang sudah diampelas tersebut.

"Kita lagi pengembangan kepada siapa penyuplai KTP kedaluwarsanya ini," kata Yusri.

Baca juga: 3 Tahun Produksi KTP Palsu, Ferry Diringkus Polda Jabar

Yusri mengatakan, dalam sehari pelaku tidak menargetkan mencetak KTP palsu. Pembuatannya sesuai pemesanan. Harga dipatok pelaku, Rp 100 ribu untuk KTP dan Rp 150 ribu KTP beserta kartu keluarga.

"Tergantung pemesanan, kalau sehari lima puluh ya lima puluh (KTP palsu). Dia membuatnya cepat, hanya satu jam langsung jadi. NIK (nomor induk KTP) dia buat secara asal," tutur Yusri.

KTP hasil buatan Ferry hampir menyerupai KTP asli. Dari sisi warna dan keterangan identitas, tidak jauh berbeda. "Tetapi kalau KTP asli, kalau sudah lama warna birunya berkurang. Sedangkan yang palsu, birunya tidak hilang," ujar Yusri.

Kasus ini, kata Yusri, masih dikembangkan. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui dan mencari jaringan di wilayah lain.

"Sejauh ini paling banyak di Cianjur dan dilakukan oleh tersangka sendiri. Tetapi kita akan melakukan penyelidikan siapa tahu di daerah lain ada yang seperti ini," ujar Yusri.
(bbn/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed