DetikNews
Kamis 20 Apr 2017, 15:49 WIB

Ratusan Pemuda Astanajapura Cirebon Geruduk Pengelola Tol Kanci

Tri Ispranoto - detikNews
Ratusan Pemuda Astanajapura Cirebon Geruduk Pengelola Tol Kanci Foto: Tri Ispranoto
Cirebon - Ratusan pemuda dari Karang Taruna Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menggeruduk Kantor PT Semesta Marga Raya (SMR), selaku pengelola Tol Kanci-Pejagan. Sebelumnya kantor itu juga kerap didemo oleh warga dari Desa Japurabakti.

Kali ini ratusan pemuda tersebut menuntut realisasi PT SMR yang telah menjanjikan berbagai hal sebagai konpensasi pembangunan tol yang sudah tertuang dalam perjanjian hitam di atas putih antara kedua belah pihak.

Tuntutan pertama adalah keterbukaan Amdal sebagai dasar pengelolaan kepentingan kearifan lokal yang berada di semua wilayah desa pinggir tol. Lalu perihal terowongan dan jalan yang menyambungkan lahan pertanian warga.

"Jangan sampai pembangunan untuk kemajuan ekonomi makro malah mematikan para petani yang berusaha dalam ekonomi mikro," ujar koordinator aksi, Asep Sultoni, kepada wartawan di lokasi aksi, Kamis (20/4/2017).

Selain itu massa juga menuntut realisasi program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang sejak tol dibangun hingga kini belum pernah ada. Selebihnya adalah transparansi dana CSR yang hingga kini tidak pernah dirasakan langsung oleh masyrakat.

"Tol ini sudah 6-7 tahun berjalan. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Ada pun realisasi Rutilahu hanya satu rumah, itu juga dananya dari Rp 15 juta dipotong menjadi Rp 10 juta," beber Asep.

Ia menegaskan apabila tidak ada itikad baik dari pihak tol, maka warga akan aksi yang lebih besar lagi. Bahkan jika tak kunjung teralisasi pihaknya mengancam akan menyegel kantor PT SMR.

Sementara itu Kabid Pemeliharaan PT SMR, Erwan Eri mengatakan, tuntutan tersebut bermula pada November 2016 lalu. Saat itu pihaknya diminta untuk menjawab semua tuntutan dalam kurun waktu 14 hari. "Tapi saat kita jawab, warga selalu walk out," katanya.

Soal tuntutan warga, pihaknya memastikan itu sudah berjalan. Seperti pembuatan saluran di sepanjang jalan tol untuk meminimalisir banjir sudah dilakukan bahkan dengan melibatkan para pemuda dari karang taruna.

Renovasi Rutilahu pun demikian. Phaknya mengklaim secara rutin terus melakukannya dan tidak hanya di Astanajapura namun pada warga lain yang terkena imbas dari jalan tol.

"Rutilahu kita rutin, dan minimal tiga bulan sekali. Begitu juga dengan saluran, kita selalu lakukan normalisasi. Untuk bansos atau CSR kita sering lakukan, terakhir adalah pembagian tas pada anak-anak sekolah," tuturnya.

Dari pantauan detikcom, suasana aksi sempat memanas karena massa tidak bisa bertemu dengan pimpinan kantor dan hanya diwakili oleh Erwan. Namun kejadian tersebut bisa diredam setelah adanya kesepakatan akan mendatangkan kepala cabang pada aksi lanjutan yang akan digelar pada esok hari.

Sebelumnya Kantor PT SMR juga pernah digeruduk oleh ratusan warga Desa Japurabakti. Tuntutan mereka tak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh para pemuda Karang Taruna Astanajapura.


(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed