"Kalau rakyat menghendaki saya tidak bisa menolak," ujarnya, Minggu (16/4/2017).
Iwa juga tidak menampik telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk partai politik. Komunikasi itu dilakukan bukan hanya membahas terkait pilgub tapi banyak hal demi menopang program pemerintah yang sedang dilakukan.
"Komunikasi semua pihak agar program dapat dukungan karena kita hidup berkoloni, termasuk dengan partai. Tapi soal partai (tertarik) bukan kapasitas saya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu di luar dugaan saya. Saya sekarang masih fokus kerja pada tuga sebagai Sekda. Berharap bisa bermanfaat untuk orang banyak," katanya.
Beberapa waktu lalu, Tim Peneliti Program Pascasarjana Universitas Islam (PPS UIN) Sunan Gunung Djati Bandung bekerjasama dengan Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JPMD) merilis hasil survei Pilgub Jabar 2018.
Hasil survei tersebut sedikitnya terjaring 13 nama balak calon Gubernur Jawa Barat melalui hasil survei dengan margin error 5 persen dengan jumlah sampel sebanyak 5 ribu warga Jawa Barat yang tersebar di 27 kabupaten/kota dengan metode kluster.
Survei tersebut mencantumkan nama Iwa Karniwa di posisi lima bersaing dengan nama lainnya dengan prosentase 8,99 persen. Sementara posisi pertama ada nama Ridwan Kamil (24,28 persen), Deddy Mizwar (18,65 persen), Dede Yusuf (15,68 persen), Dedi Mulyadi (10,70 persen). (ern/ern)










































