Dadang mengajak para pejabatnya yang terdiri dari kepala dinas, kepala bagian, dan juga kepala seksi di 30 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menginap di 47 rumah milik warga.
Pantauan detikcom, para pejabat yang mengenakan kemeja putih dan celana atau rok jeans berwarna biru itu mulai memasuki rumah-rumah warga lengkap tas jinjing laiknya akan menginap di hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memilih bermalam di Kampung Cilodong karena kampung tersebut merupakan salahsatu kampung percontohan (kampung sehat) di Kabupaten Bandung," kata Dadang M Naser kepada detikcom, Rabu (12/4/2017) malam.
Kampung Cilodong merupakan satu dari dua kampung sehat yang ada di Kabupaten Bandung setelah Kampung Pasir Mulya Banjaran.
Foto: Wisma Putra |
Dadang mengungkapkan, kegiatan tersebut dinamainya 'Semalam di Cilodong' dipilihnya Kampung Cilodong karena kampung tersebut masih asri dan berada di kaki gunung Karang Gantungan.
"Tujuannya untuk menikmati suasana pedesaan, karena dekat dengan obyek wisata kampung ini bisa dikembangkan menjadi kampung wisata dan warga bisa menyewakan rumah-rumahnya kepada wisatawan nantinya," ungkapnya.
Sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bandung, Dadang ingin setiap SKPD dapat menyatu dengan warganya. "Di sini kami akan menikmati malam bersama warga Cilodong," tambahnya.
Selain akan mengembangkan kampung wisata, Pemkab Bandung juga akan mengembangkan Obyek Wisata Karang Gantungan yang dikenal dengan ratusan monyet di hutannya
Sambung Dadang, pihaknya akan kembangkan Kampung Cilodong yang memiliki banyak potensi dari mulai keramahan tamahan warga, obyek wisata, home industri, pertanian dan peternakan domba.
"Selain dihuni oleh ratusan monyet hutan, di obyek wisata Karang Gantungan juga masih banyak aneka ragam kupu-kupu dan burung hutan," sambungnya.
Di rumah-rumah warga yang didominasi warna hijau itu para SKPD (mereka) akan menginap. Dadang akan menginap di rumah milik Uyu (63). Laki-laki tua itu mengaku senang rumahnya ditempati orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu.
Tak hanya Uyu, warga lainnya Eneng Ida (39), mengaku senang. Rumah sederhana miliknya berukuran 4x7 meter ditempati pejabat Pemkab Bandung. Malam ini, rumah milik Eneng akan diinapi oleh rombongan Diskominfo Kabupaten Bandung.
"Senang, hari ini jadi rame. Kalau tidak ada tamu dari pemkab kampung biasanya sepi," ujarnya.
Menurutnya ada sepuluh orang yang menginap di rumahnya. "Tidurnya menggelar tikar dan juga bisa tidur di kamar anak saya karena anak saya sedang kerja di Bandung jadi kosong," jelasnya.
Foto: Wisma Putra |
Sementara itu ditemui di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman Rakyat dan Pertanahan (Disperkimtan) Erwin Rinaldy mengatakan kini kondisi Kampung Cilodong sudah refesentatif. Itu dilihat dari penataan pemukiman dan infrastuktur jalan.
"Ada sekitar 47 rumah direnovasi 50-100 persen bahkan lebih hingga rehab ulang. Sebelum ditata ulang, kampung tersebut terlihat kumuh dan jauh dari kata sehat," katanya.
Dengan dana APBD Rp500 juta dan APBN Rp1 miliar Kampung Cilidong kini lingkungannya sehat dan bersih, airnya jernih. "Ini berkat Program PMPN Perkotaan. Setelah Kampung Cilodong, masih ada kampung lainnya yang akan ditata yaitu Kampung Cibuluh Pangalengan," pungkas Erwin.
(ern/ern)












































Foto: Wisma Putra
Foto: Wisma Putra