Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Bandung Aa Sudaya menerangkan, rata-rata sekitar 10 persen di setiap sekolah terpaksa menggunakan laptop milik siswa karena sarana belum memadai.
"Meski berupa pinjaman tapi sudah aman digunakan kok, karena kan sudah melalui seleksi dan karantina," terangnya kepada wartawan, Rabu (12/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun lalu hanya 1 sekolah yang menggelar UNBK. Ahamdulilah tahun ini sebanyak 108 sekolah artinya sudah 100 persen," katanya.
Sebanyak 13.200 siswa di jenjang SMA di Kabupaten Bandung mengikuti ujian melalui sistem komputerisasi. Sementara jenjang Madrasah Aliyah (MA) baru sekitar 50% dari total 6.000 siswa. "Sisanya mengikuti Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Kalau peserta paket C sekitar 3.000 seluruhnya akan melaksanakan ujian kertas mulai Sabtu (15/4/2017) mendatang," tuturnya.
Aa berharap tahun depan seluruh peserta di jenjang SMA/MA/sederajat bisa menggelar UNBK. Selain itu seluruh sekolah dapat melengkapi berbagai sarana penunjangnya karena dari segi anggaran lebih efisien. Aa yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Margahayu mengaku puas karena seluruh siswa di sekolahnya100% hadir.
"Khusus di SMA Negeri 1 Margahayu sebanyak 462 siswa ikut UNBK tahun ini. Semoga saja hasilnya bagus dan tingkat kelulusan bisa 100%," pungkasnya. (ern/ern)











































