Komputer Dicuri, Pelajar SMAN 1 Mande Nebeng UNBK di Sekolah Lain

Komputer Dicuri, Pelajar SMAN 1 Mande Nebeng UNBK di Sekolah Lain

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 10 Apr 2017 22:10 WIB
Komputer Dicuri, Pelajar SMAN 1 Mande Nebeng UNBK di Sekolah Lain
Foto: Ruangan Komputer di SMAN 1 Mande Cianjur (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Cianjur - Ratusan pelajar SMAN 1 Mande, Cianjur, Jawa Barat terpaksa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menumpang di sekolah tetangganya SMKN 1 Karangtengah. Pasalnya, puluhan unit komputer milik sekolah mereka hilang digondol maling.

Dari informasi yang diberikan Totoy Suharya selaku Kepala Sekolah SMAN Mande, ada sebanyak 34 unit komputer miliknya yang hilang. Ia menduga para pelaku beraksi sekira pukul 03.00 WIB, pada Senin (10/4).

"Sebanyak 116 siswa kelas 12 terpaksa mengikuti ujian di SMKN Karangtengah, kebetulan masih berdekatan. Pelaksanaannya juga lancar karena kebetulan siswa SMK sendiri kan sudah lebih dulu melaksanakan UNBK jadi tidak terganggu," kata Totoy saat dihubungi detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Totoy ada 34 unit komputer yang hilang berikut 2 unit infokus, para pelaku diduga memasuki ruang laboratorium komputer setelah membongkar bagian pintu dan merusak gembok yang terpasang.

"Padahal pintu dan seluruh jendela di ruangan laboratorium dipasangi teralis, gembok juga saya pasang 3 buah. Mereka rusak lalu masuk, aksi mereka juga terekam CCTV, namun saat mereka masuk lampu sengaja dipadamkan jadi tidak terlihat jelas. Kalau dilihat mungkin pelakunya sekitar 5 orang," lanjutnya.

Saat para pelaku beraksi, warga sempat ada yang curiga karena terlihat beberapa kali kendaraan jenis minibus bolak-balik di sekitar sekolah. Beberapa jam sebelum kejadian anggota kepolisian juga masih melakukan patroli.

"Warga ada yang lihat mobil minibus dengan jenis yang sama bolak-balik di depan sekolah, kebetulan lokasi sekolah kami berdekatan dengan warga dan jalan umum. Sekitar pukul 23.00 WIB juga polisi masih melakukan patroli," ujarnya lagi.

34 unit komputer yang hilang merupakan bantuan dari pemerintah pada tahun 2016. Komputer itu bahkan sempat dipakai siswa untuk melaksanakan UNBK pada tahun 2016 lalu.

"Saat ini saya bingung, tahun depan jumlah siswa bertambah 170 anak, tahun depannya lagi atau siswa kelas 10 sekarang ada sebanyak 400 anak. Karena dari tahun ketahun terjadi peningkatan sisw baru. Mudah-mudahan sekolah kami mendapat bantuan lagi karena kalau harus dari budget sekolah tidak akan cukup, dari pihak dinas juga sudah menyarankan (pengajuan bantuan)," tutupnya.
(avi/avi)


Berita Terkait