Menurut dia, tahun ini sekolah tersebut sudah mendapat bantuan berupa dua ruang kelas baru dari pemerintah pusat. Sementara tahun depan pemerintah daerah akan menganggarkan untuk dua ruang kelas lainnya agar sekolah memenuhi standar nasional.
"Standar nasional itu kan setiap sekolah ada enam kelas dan satu ruang guru. Ditambah lapangan untuk upacara dan tempat bermain anak. Luasnya 1.200 meter persegi minimal standar nasional," ujar Asdullah saat dihubungi melalui telepon oleh detikcom, Jumat (7/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hal itu masih terkendala karena tanah tersebut milik warga dan masih dalam tahap tukar guling dengan tanah desa. Hal itu baru bisa teralisasi jika izin dari Gubernur Jabar sudah ada.
"Kalau kita paksakan pembangunan di situ susah juga, tidak ada tempatnya dan tidak ada lahan lapangan. Sehingga hasil musyawarah akan direlokasi," katanya.
Kebijakan relokasi itu juga sekaligus menghindarkan pembangunan yang nantinya malah bermasalah karena dianggap dipaksakan atau tidak standar nasional.
Pihaknya memastikan jika semua prosedur telah dijalankan maka pembangunan sekolah relokasi SDN 2 Suranenggala akan langsung dikebut sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman.
Dari pantauan detikcom, SDN 2 Suranenggala masih satu halaman dengan SDN 1 Suranengala yang dulunya adalah pemekaran. SDN 2 Suranengala berada di bagian belakang SDN 1 Suranenggala yang berdekatan dengan musala dan pemukiman warga.
Saat ini SDN 2 Suranenggala hanya memiliki tiga ruang kelas dan satu ruang guru.
Tiga ruang kelas digunakan oleh pelajar kelas 1 dan 2 (satu kelas), kelas 5 (satu kelas), dan kelas 6 (satu kelas). Sementara pelajar kelas 3 dan 4 sementara ini masih menumpang di musala sejak dua tahun terakhir karena pihak sekolah membuat kebijakan agar pelajar seluruhnya masuk sekolah pada pagi hari. (avi/avi)










































