Keduanya datang bersama-sama melihat bangunan yang berlokasi di Jalan Laswi, Kota Bandung, Jawa Barat. Bangunan dengan ciri khas temboknya yang unik ini, sudah rampung namun masih dalam tahap pemeliharaan.
Emil dan Airlangga beserta rombongan Menperin melihat satu persatu ruangan di bangunan enam lantai tersebut. Beberapa ruangan seperti ruangan untuk desain, ruangan diskusi, bioskop, hingga balkon di lantai atas dipamerkan Emil kepada Airlangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sedang finalisasi. Ini sebuah tempat kawah candra dimuka. Nantinya anak Bandung tinggal bawa gagasan, bawa badan saja ke sini. Nanti disiapkan kebutuhannya," ujar Emil.
Emil mengatakan, ada sejumlah fasilitas yang nantinya disiapkan di dalam bangunan ini. Dari mulai alat-alat inovasi, ruang kelas interaksi, hingga ruang studio.
Dengan hadirnya bangunan ini, sambung Emil, diharapkan bisa mendorong pertumbuhan perindustrian di Indonesia.
"Pulang dari gedung ini, nanti hasil karyanya dikawinkan dengan industri. Yang tadinya cuma percontohan, nanti jadi ribuan bahkan jutaan produk," katanya.
Gedung yang memiliki total luas bangunan 5.000 meter persegi ini menghabiskan biaya Rp 45 miliar.
"Makanya sudah bilang ke Pak Menteri bantu kami urusan mesin-mesinnya. Pak Menteri bantu mesinnya, saya menyiapkan wadahnya," kata pria berkacamata itu.
Sementara Airlangga merespon positif hadirnya bangunan tersebut. Menurut Airlangga, berdirinya Bandung Creative Hub menambah gedung-gedung creatif di Indonesia.
Saat ini, sambung Airlangga, dibeberapa kota seperti Bali, Batam, dan Malang sudah memiliki gedung kreatif.
"Dengan hadirnya di Bandung, ini melengkapi lagi. Kami mengapresiasi Pemkot Bandung sudah menyediakan fasilitas ini," kata Airlangga.
Menurut Airlangga, dengan hadirnya gedung ini, diharapkan muncul talenta-talenta kreatif dari Bandung yang bisa berguna bagi dunia industri. Pihaknya pun akan senantiasa membantu Pemkot Bandung dalam menelurkan talenta-talenta kreatifnya.
"Tentu nanti perindustrian mendorong memfasilitasi dengan balai pendidikan yang ada misalnya, plus nanti akses kepada marketnya," katanya.
(avi/avi)










































