DetikNews
Rabu 05 April 2017, 10:35 WIB

Curug Cipurut yang Eksotis di Purwakarta

Mukhlis Dinillah - detikNews
Curug Cipurut yang Eksotis di Purwakarta Foto: Mukhlis Dinillah
Purwakarta - Banyak potensi wisata dimiliki Kabupaten Purwakarta yang masih alami. Salah satunya Curug Cipurut. Keberadaan mata air ini tersembunyi atau belum diketahui banyak orang.

Curug Cipurut terletak di Kawasan Cagar Alam Gunung Burangrang, Kampung Cileungsing, Desa Sumurugul, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Jarak tempuh menuju lokasi dari pusat kota mencapai 30 kilometer.

Untuk bisa merasakan eksotisnya air terjun Cipurut, pengunjung harus berjalan menempuh 20 menit dari perkampungan sekitar dan melewati area perkebunan teh. Akses jalan yang belum memadai, membuat pengunjung harus berhati-hati saat hujan lantaran licin.

Curug Cipurut yang Eksotis di PurwakartaFoto: Mukhlis Dinillah
Curug Cipurut berada di tengah-tengah Gunung Burangrang. Suasananya asri, belum sama sekali tersentuh pembangunan apapun. Alasannya, kawasan ini merupakan cagar alam yang harus dijaga kealamiannya oleh warga sekitar.

"Saya baru pertama kali ke sini, ternyata tempatnya asik masih asri. Walaupun aksesnya masih kurang memadai, tapi asik sambil jalan-jalan," kata Yeni (35) pengunjung asal Purwakarta, Rabu (5/4/2017).

Curug Cipurut dikelola secara swadaya oleh warga setempat. Sumber mata air ini mulai dikenal sejak 2005 yang awalnya hanya untuk konsumsi lokal atau warga sekitar. Namun, lama kelamaan menyedot minat wisatawan luar kota.

"Daripada jauh-jauh wisata, kalau mau main dekat. Enggak perlu bayar, tetapi lama-kelamaan yang jauh juga pada datang," kata salah seorang pengelola Abah (65).

Curug Cipurut yang Eksotis di PurwakartaFoto: Mukhlis Dinillah
Hanya membayar tiket masuk sebesar Rp 5000 perorang, pengunjung dapat menikmati pesona air terjun. Di dalam area seluas 4 hektare, sedikitnya terdapat tiga bagian curug, yaitu curug utama dengan ketinggian 25-30 meter yang terdapat di ujung tebing.

Spot utama menjadi lokasi swafoto favorit bagi pengunjung untuk mengabadikan momen sambil basah-basahan menikmati percikan air terjun. Dua curug lainnya, jadi spot bersantai dan berseluncur ria karena bidang lebih landai.

Selain berwisata air, tak sedikit pengunjung yang menghabiskan waktunya untuk berkemah. Biasanya, kawasan sekitar Curug Cipurut ramai menjadi lokasi perkemahan pada hari Sabtu dan Minggu.

"Kalau Sabtu dan Minggu, seharinya bisa 100 pengunjung. Semua warga ikut bantu kelola, terutama soal kebersihan. Kan ini enggak boleh diapa-apakan (ditata). Banyak juga yang kemah," ujar Abah.

Curug Cipurut yang Eksotis di PurwakartaFoto: Mukhlis Dinillah
Penamaan Cipurut pada air terjun tersebut, tak hanya disematkan begitu saja. Dulunya, di antara air terjun, ditemukan sebatang pohon jeruk purut. Berbeda dengan jenis purut lainnya, buah dari pohon tersebut tak bisa digunakan atau dikonsumsi.

"Pohon jeruk purut, tapi buahnya ga bisa dimakan. Sejak saat itu air terjun ini sebut Curug Cipurut, karena tumbuh pohon purut," kata Abah.

Keberadaan air terjun Cipurut sedikit berdampak ekonomi bagi warga sekitar. Dia berharap, akses menuju Cipurut bisa dibenahi, tanpa merusak ekosistem. Sehingga, wisata Curug Cipurut bisa berkembang dan semakin banyak dikunjungi masyarakat.
(bbn/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed