Demo yang dihadiri sekitar 500 orang itu terdiri dari warga yang berada di wilayah genangan air di antaranya, Dayeuh Kolot, Bojong Soang, Baleendah, Banjaran, Rancaekek dan Majalaya.
Masa aksi menuntut Pemerintah Kabupaten Bandung menyelesaikan permasalahan banjir yang sering terjadi di enam wilayah genangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Wisma Putra |
Warga terdampak banjir di wilayah Dayeuhkolot juga mengeluhkan saat terjadi banjir, pabrik-pabrik industri yang berada di Kecamatan Dayeuhkolot membuang limbah industrinya ke genangan banjir. "Pas hujan dan air Sungai Citarum naik ke pemukiman warnanya jadi beda. Sampai saat ini tidak ada yang biasa mengatasi," tambahnya.
Dede bersama masa aksi lainnya datang ke Kantor Bupati Bandung mengatasnamakan korban banjir dan aksi 313 ini dilakukan dengan persiapan waktu singkat tanpa banyak persiapan.
Lengkap dengan spanduk bertuliskan 'aliran sungai mati hidupkan kembali', '12 tahun warga tergenang limbah dan lumpur' dan 'banjir menyengsarakan kami', tujuan mereka hanya satu yaitu terbebas dari banjir.
"Tanggal 31 merupakan momentum, aksi kami beda dengan aksi yang dilakukan di Jakarta hari ini," tukasnya.
Sementara itu, salah satu peserta aksi Bambang (53) berujar, dilanda banjir selama 12 tahun merupakan pengalaman yang tidak mengenakan. "Kami ingin dengan aksi ini ada dorongan dari pemkab untuk mengembalikan Sungai Citarum. Bukan hanya dibanjiri lumpur kadang juga pemukiman kami di Dayeuh Kolot dibanjiri limbah-limbah pabrik industri," ujarnya.
Foto: Wisma Putra |
Setelah melakukan orasi selama tiga jam dari Pukul 08.30-11.30 WIB, 10 orang perwakilan masa aksi melakukan audiensi ke kantor bupati. Usai melakukan pertemuan, Bupati Bandung Dadang M Naser langsung menemui masa aksi.
Dadang mengatakan, penangann yang akan dilakukan dalam jangka pendek adalah mendorong alat berat Dinas Pekerjaaan Umum Penataan Ruang (PUPR) untuk membersihkan lumpur dan melakukan normalisasi drinase.
"Jangka panjangnnya merupakan urusan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum," pungkasnya.
(ern/ern)












































Foto: Wisma Putra
Foto: Wisma Putra