Seorang PNS di Bandung Diserang Biker Bersenjata Belati

Seorang PNS di Bandung Diserang Biker Bersenjata Belati

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 27 Mar 2017 00:43 WIB
Seorang PNS di Bandung Diserang Biker Bersenjata Belati
Foto: Ilustrator Mindra Purnomo
Bandung - Seorang pegawai negeri sipil (PNS), Ronald Alfiansyah (35), diboyong warga ke Rumah Sakit Pindad Bandung lantaran mengalami luka tusuk. Pria kelahiran Jakarta tersebut mendadak diserang orang tak dikenal bersenjata belati yang menunggangi sepeda motor

Insiden berdarah ini terjadi di Jalan Cidurian, RT 4 RW 12, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Minggu (26/3/2017), sekitar pukul 15.30 WIB. Pelaku berjumlah dua orang.

"Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka tusuk di bagian tangan kanan dan bagian pinggang sebelah kanan. Korban ini PNS di Bandung," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo via pesan singkat, Senin (27/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi, menurut Hendro, kronologi penusukan bermula saat Ronald mengendarai mobil di depan Kantor RW 12. Tiba-tiba dari arah belakang, sambung Hendro, dua orang berboncengan naik motor menyalip mobil korban dari kanan dengan kondisi jalan sempit.

"Modus pelaku langsung menusuk bagian tangan kanan korban. Lalu korban turun, bersamaan itu pelaku menghampiri sambil kembali menusukkan senjata tajam ke bagian pinggang korban," kata Hendro.

Ronald meringis kesakitan. Ia berlari dan berteriak meminta tolong.

"Korban masuk ke dalam salah satu rumah warga. Setelah masuk, korban terjatuh," kata Hendro.

Melihat Ronald terkapar, warga bergegas membawanya RS Pindad. Lantaran luka serius, Ronald dirujuk ke RS Al Islam Bandung.

Kasus penganiayaan ini ditangani Polsek Buahbatu. Hendro menjelaskan, personel Satreskrim Polrestabes Bandung ikut membantu mengejar pelaku.

Belum diketahui motif pelaku menikam Ronald. Polisi sudah mengecek dan olah tempat kejadian perkara. "Barang bukti ada satu bilah belati. Kami memeriksa saksi serta mencari bukti untuk mengidentifikasi pelaku dan mengungkap kasus tersebut," kata Hendro. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads