Penampakan Kaca KA Serayu yang Rusak dan Pecah Saat Dilempari Batu

Penampakan Kaca KA Serayu yang Rusak dan Pecah Saat Dilempari Batu

Avitia Nurmatari - detikNews
Jumat, 24 Mar 2017 12:26 WIB
Penampakan Kaca KA Serayu yang Rusak dan Pecah Saat Dilempari Batu
Foto: Batu dan kaca-kaca yang pecah di kereta Serayu/Dok. PT KAI
Bandung - Kereta Serayu Jurusan Pasar Senen-Kroya dilempari batu oleh sekelompok orang saat berhenti di Stasiun Kiaracondong. Akibatnya sejumlah kaca kereta api rusak dan pecah.

Berdasarkan foto-foto yang diterima detikcom dari PT KAI, Jumat (24/3/2017), terlihat sejumlah kaca gerbong yang rusak. Sebagian di antaranya terlihat juga retakan di kaca pintu dan jendela Kereta Serayu yang diserang itu.

Kaca yang rusak akibat dilempari batu Foto: Batu dan kaca-kaca yang pecah di kereta Serayu/Dok. PT KAI
Di beberapa foto juga terlihat ada bongkahan-bongkahan batu yang digunakan untuk melempari kereta itu. Batu-batu berukuran besar itu berwarna kuning, bahkan di salah satu foto terlihat dibungkus oleh plastik hitam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampakan Kaca KA Serayu yang Rusak dan Pecah Saat Dilempari BatuFoto: Batu dan kaca-kaca yang pecah di kereta Serayu/Dok. PT KAI
Salah satu foto juga menunjukkan seorang penumpang yang duduk di sebelah kaca yang retak, ada bongkahan batu di mejanya. Pria bertopi itu tampak duduk jongkok di atas kursinya.

Penampakan Kaca KA Serayu yang Rusak dan Pecah Saat Dilempari BatuFoto: Batu dan kaca-kaca yang pecah di kereta Serayu/Dok. PT KAI
Sebelumnya diberitakan Kereta Serayu Jurusan Pasar Senen-Kroya dilempari batu oleh sekelompok orang, Jumat (24/3/2017) sekitar pukul 00.13 WIB. Peristiwa terjadi saat kereta berhenti di Stasiun Kiaracondong.

Baca juga: Kronologi Pelemparan Batu ke KA Serayu di Stasiun Kiaracondong

Kepala Humas Daop 2 Bandung Joni Martinus mengatakan massa yang diduga suporter sepakbola itu menyerang penumpang KA Serayu yang diduga kesebelasan suporter lainnya. Massa melempari gerbong kereta dengan batu sehingga menyebabkan kaca gerbong pecah.

Kereta yang seharusnya berhenti di Stasiun Kiaracondong selama 17 menit, namun karena kejadian tersebut kereta langsung melaju kembali. PT KAI juga kemudian berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga stasiun-stasiun selanjutnya karena khawatir ada kejadian serupa.

"Sebetulnya ada indikasi mereka akan melakukan pelemparan di stasiun berikutnya. Tapi kami langsung menyiagakan pengamanan di seluruh wilayah untuk mengantisipasi," terangnya.




(ams/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini