"Satpol PP kita masukan dalam komunitas intelijen daerah. Sehingga keseharian mereka yang dekat dengan masyarakat bisa langsung memberikan informasi dan dialog secara langsung," jelas Deddy.
Deddy mengatakan tahun ini beberapa anggota Satpol PP akan diberangkatkan ke Riau untuk menjalani pelatihan khusus sekaligus menambah wawasan intelijen. "Jadi diharapkan Pemda masing-masing ada anggaran untuk meningkatkan pengetahuan itu," ucapnya.
Selain wawasan intelijen, para anggotaa Satpol PP bersama Linmas pun akan melakukan penjagaan khusus di TPS-TPS saat Pilkada 2018 mendatang. Mereka diharuskan untuk mengamankan dan menertibkan jalannya proses demokrasi agar masyarakat merasa aman dan nyaman.
Foto: Tri Ispranoto |
Disinggung soal kesejahteraan khusus Linmas, Deddy mengatakan hal itu sudah disesuaikan dan diatur oleh Pemda masing-masing. Sehingga Pemprov Jabar tidak bisa mengatur atau mengubahnya secara sembarangan. Namun dia meminta agar Pemda membuka komunikasi dengan masyarakat agar hal tersebut bisa sejalan.
Dalam rangkaian acara tersebut pun turut dimeriahkan dengan drama kolosal mengenai peran Satpol PP dan Linmas di tengah masyarakat. Selain menegakkan Peraturan Daerah (Perda) mereka juga dituntut untuk bisa melayani masyarakat.
Bahkan di akhir adegan, tepat di bangku VIP penonton terjadi sebuah ledakan besar yang membuat kaget Wagub dan jajaran perwira TNI/Polri juga unsur muspida lain. Rupanya ledakan tersebut merupakan rangkaian drama yang mengisahkan mengenai pertolongan pertama pada korban bom yang dilakukan oleh Satpol PP dan Linmas dengan bantuan Tagana. (ern/ern)












































Foto: Tri Ispranoto