DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 21:38 WIB

Pembunuhan Ketua Geng Motor, Polisi Imbau Tidak Ada Balas Dendam

Tri Ispranoto - detikNews
Pembunuhan Ketua Geng Motor, Polisi Imbau Tidak Ada Balas Dendam Foto: Tri Ispranoto
Cirebon - Kapolresta Cirebon AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengimbau agar pihak keluarga mau pun rekan Eman Suherman (27) yang menjadi korban pembunuhan pada Jumat 17 Maret 2017 lalu tidak melakukan aksi balasan.

Hal itu mengingat korban yang tewas dengan tujuh luka bacokan itu selama ini dikenal sebagai Ketua Geng Motor Moonraker (M2R) Cirebon. "Saat pemakaman saya datang dan mengimbau agar tidak ada aksi balasan atau dendam. Dan secara lisan pihak keluarga mau pun teman-teman gengnya menyanggupi," katanya di Mapollresta Cirebon, Senin (20/3/2017) sore.

Adi memastikan, aksi kebrutalan empat pelaku tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kelompok atau geng motor lainnyA. Kasus tersebut murni didasari oleh dendam pribadi karena selama ini korban selalu mengancam para pelaku.

Selain memberi imbauan pada keluarga dan teman-teman korban, Adi melalui anggota di lapangan pun melakukan hal yang sama pada keluarga kedua pelaku yang kini masih buron. Dia meminta agar keluarga beritikad baik memberikan informasi keberadaan kedua pelaku atau menyerahkannya langsung ke kantor polisi terdekat.

"Kita imbau untuk menyerahkan diri atau diantar keluarga. Atau kita akan tindak tegas karena ini kasus pembunuhan berencana," ucapnya.

Disinggung soal kronologi pembunuhan, Adi membeberkan jika kasus bermula dari dendam yang dirasakan keempat pelaku. Awalnya dua pelaku utama A alias C (27) dan R (19) sudah mempersiapkan aksi pembunuhan dengan masing-masing membawa senjata tajam.

Saat akan melancarkan aksinya, A dan R kemudian bertemu dengan DF alias P (20) dan A alias I (19) yang juga merasa dendam dengan korban karena mendapat ancaman pembunuhan. Akhirnya DF dan A diberi tugas untuk mencari dan mengintai keberadaan Eman.

"Di Jalan Kejaksan, DF dan A menemukan korban sedang berboncengan dengan temannya. Setelah berada di Jalan Mohammad Toha yang sepi motor korban langsung ditendang oleh kedua pelaku yang sejak awal membuntuti," beber Adi.

Setelah tersungkur, pelaku utama yakni A alias C melakukan pembacokan sebanyak dua kali pada korban kemudian melarikan diri. Tak disangka korban yang bertahan melakukan serangan balik dengan melempar kursi yang terbuat dari kayu ke arah pelaku.

Pelaku yang marah pun langsung melampiaskannya dengan menghabisi nyawa korban dengan membacokan senjata tajam yang dibawanya secara berulang. Korban pun akhirnya tewas karena kehabisan banyak darah karena mengalami tujuh luka bacokan.

"Kita masih dalami apakah empat pelaku ini sama-sama melakukan penganiayaan dan pembacokan. Atau hanya A alias I saja yang melakukan penyerangan," beber Adi kembali.

Saat ini tim di lapangan masih terus melakukan pencarian terhadap dua pelaku yang masih buron. Selain itu polisi pun masih berupaya mencari barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku untuk melukai korbannya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed