RKBDG merupakan relawan Ridwan Kamil saat Pilkada Kota Bandung tiga tahun lalu, yang mengantarkan Emil menjadi Bandung 1.
Ditemui usai acara kuliah umum di Universitas Swadaya Gunung Jati, Ridwan Kamil angkat bicara soal hal tersebut. "Kalau tanya ke warga Bandung mah pasti posesif atuh. Tidak mau wali kotanya pergi," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu usai menjadi pembicara di Universitas Swadaya Gunung Jati, Kota Cirebon, Kamis (16/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya proporsional aja kan selama lima tahun tidak meninggalkan Bandung. Diajak ke Jakarta jadi Cagub lawan Ahok saya tolak karena memotong masa waktu pengabdian saya untuk Bandung. Tapi tahun depan kan selesai. Jadi bebas bisa jadi wali kota lagi, arsitek lagi, atau naik jadi gubernur," katanya.
Soal dukungan partai, kata Emil, hari Minggu nanti Partai Nasdem akan melakukan deklarasi dukungan terhadapnya. Baginya tidak ada istilah ideologi kepartaian, terpenting adalah tugasnya sebagai orang yang memimpin rakyat.
"Dulu (Pilwalkot 2013) saya diusung oleh Gerindra dan PKS. Tapi saya tidak jadi wayang," tuturnya.
Disinggung soal pesaing terberat dalam Pilgub 2018 nanti, pria yang tercatat sebagai dosen ITB itu menyebut nama Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta), Deddy Mizwar (Wagub Jabar), dan Netty Prasetiyani (Istri Gubernur Jabar).
"Tapi tidak ada masalah. Seperti sepak bola, Persib lah. Sama saja bagian kompetitif," tukas pria yang identik dengan kaca mata itu.
(ern/ern)











































