Bupati Cellica Gandeng ITB Selidiki Penyebab Banjir di Karawang

Lutfhfiana Awaluddin - detikNews
Selasa, 07 Mar 2017 18:15 WIB
Foto: Luthfiana Awaluddin
Karawang - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana meminta bantuan pakar geologi ITB mengkaji masalah banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang. Pasalnya siklus banjir di desa itu dinilai tak lazim. Bahkan air menggenangi pemukiman warga saat tidak terjadi hujan.

Cellica mengaku sudah berupaya menangani banjir Karangligar. Bahkan, pemda Karawang sudah melakukan normalisasi sungai Citarum dan memperbaiki drainase. Namun Karangligar yang berada di wilayah Karawang Barat tetap tergenang air.

"Kita sudah surat-suratan dengan ITB dan sudah dibalas. Kalau penanganan sementara kita sudah memberikan upaya bantuan seperti logistik kepada para korban-korban banjir," ungkap Cellica kepada wartawan di Karawang, Selasa (7/3/2017).

Selain pemberian bantuan, Cellica mengaku masih pikir-pikir untuk merelokasi penduduk. Menurut bupati perempuan pertama di Karawang itu, relokasi baru dilakukan setelah keluar kajian ilmiah mengenai kontur tanah di Karangligar.

"Kalau penanganan kami masih menunggu hasil dari tim kajian. Apakah nanti harus kita pindahkan semua penduduknya. Karena kalau dilihat posisi Karangligar ini seperti mangkuk, sehingga sering terjadi banjir," ujarnya.

Ia berharap, langkah kerjasama dengan ITB bisa berjalan dengan baik, sehingga pemerintah bisa secepatnya mengambil langkah jitu pencegahan banjir di Desa Karangligar. "Saya khawatir jika penurunan tanah benar-benar terjadi," kata Cellica.

Desa yang terletak di antara sungai Citarum dan Cibeet itu memang disebut-sebut mengalami penurunan tanah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat mencatat, Karangligar sudah mengalami 5 kali banjir dalam sebulan terakhir. "Sejak pertengahan Februari, Karangligar kerap tergenang air, walaupun sedang panas terik," ujar Banuara Nadaek, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karawang, kepada detikcom di Karawang, Selasa (7/3/2017). Terakhir banjir melanda pada Sabtu pekan lalu.

(ern/ern)