"Ya, terimakasih dan selamat," ucap Dedi Mulyadi via telefon genggam, Senin (6/3/2017).
Dedi mengaku masih menimbang-nimbang sebelum memutuskan bersaing di Pilgub Jabar. Pasalnya, berkaca dari dua periode Pilgub Jabar sebelumnya, terjadi sesuatu yang mengejutkan. Di mana, katanya, paslon yang elektabilitinya paling tinggi berdasarkan hasil survei, selalu menjadi rengking buncit. Artinya, ada faktor lain dari rakyat Jabar yang tidak bisa dibaca lembaga survei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Belum Punya Kendaraan Parpol, Ridwan Kamil Siap Maju Pilgub Jabar
Pria yang kerap berpakaian adat Sunda ini mengatakan saat ini partai Golkar belum menentukan sikap siapa kader yang akan maju dalam Pilgub Jabar. Pihaknya masih menyeleksi secara internal dan eksternal.
"Internal (DPD Golkar) juga masih menyeleksi siapa yang berpotensi (Pilgub Jabar). Sekaligus melihat hasil survei dan mempelajar faktor kegagalan dua Pilgub sebelumnya," ungkap Dedi.
Nama Dedi sendiri sudah dilontarkan oleh pengurus DPD Golkar Jabar. Dedi disebut siap maju pada Pilgub Jabar. Meski hingga kini Dedi masih malu-malu.
Sementara itu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menunjukkan sinyal akan maju ke Pilgub Jabar. Secara tersirat, pria yang karib disapa Emil itu mengaku siap maju. "Ya siap-siap aja. Kepemimpinan kan bisa di level mana saja, tapi saya kan harus tahu diri, saya enggak ngambil keputusan sendiri," ujar Emil.
(ern/ern)











































