Dede menjelaskan, isi buku tersebut merupakan hasil pemikiran dan pertemuan dengan banyak orang, saat menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat dan anggota DPR RI.
"Jadi kadang hasil pertemuan saya dengan pemerintah dan stakeholder selama di DPR juga selama jadi wagub pengin saya ceritakan. Tapi mungkin tidak semua orang mau mendengar. Jadi saya berpikir kenapa tidak dibukukan saja," ujar Dede Yusuf.
Salah satu yang menjadi inspirasi Dede menulis adalah lagu Iwan Fals berjudul 'Si Budi Kecil'. Menurut Dede, sosok 'Si Budi Kecil' menggambarkan realita pendidikan di Indonesia. Banyak anak-anak di perkotaan yang belum bisa menikmati pendidikan.
"Di DKI angka partisipasi pendidikan SMA sudah bagus, tapi masih ada anak-anak penjual koran yang belum menikmati pendidikan. Lalu di Bandung juga masih banyak di lampu merah anak-anak yang tidak sekolah," ucapnya.
Pemiihan judul 'Bersaing atau Tenggelam' juga bukan tanpa alasan. Hal itu, kata Dede, didasari pada pengalaman dirinya yang pernah menjabat sebagai artis, wakil kepala daerah, hingga anggota legislatif.
"Pengalaman pribadi ketika saya kalah (Pilgub Jabar 2013), bukan sesuatu yang saya mau. Ada yang mengatakan wah habis karier Dede Yusuf. Tapi saya selalu mengatakan Tuhan menciptakan pintu rezeki tidak hanya satu. Tapi karena itu saya masuk ke sisi pintu lain dan Alhamdulillah saya menikmati bisa masuk ke seluruh bidang ini," ujar Dede.
Disinggung apakah launching buku tersebut dalam rangka pemanasan menjelang Pilkada Jabar, Dede mengelak. Menurutnya, peluncuran buku tersebut tidak ada hubungannya dengan gaung Pilkada Jabar yang akan berlangsung 2018 mendatang.
"Buku ini tidak ada kaitan dengan Pilgub (Jabar). Tadinya mau launching Oktober lalu. Tapi karena saya dan kawan-kawan ikur mengurus Pilgub DKI yang cukup menguras energi, jadi diputuskan launching setelah Pilkada. Cari-cari tempat mending di Bandung. Kalau di Jakarta politisnya kuat," tandasnya.
(avi/ern)











































