"Pandangan kami (Serbuk) pemagangan ini hanya sarana kedok pemerintah untuk membayar upah murah kepada buruh," ungkap Sekjen Serbuk Indonesia Subono saat dibuhungi via telefon genggam, Kamis (2/3/2017).
Subono menyatakan program pemagangan akan diluncurkan pada 8 Maret 2017 mendatang oleh Pemkab Karawang. Rencananya Pemkab Karawang akan melibatkan 300 industri untuk mewadahi sekitar 5.000 calon buruh itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Disinyalir kan yang di magang ini misalkan hanya kerja cuma 6 bulan, karena hubungan kerja yang fleksibel tadi. Tapi pola kerja mereka selayaknya buruh. Sementara upah mereka 40 persen lebih rendah," ungkap Subono.
"Sehingga kalau alasannya untuk mengurangi pengangguran itu tidak tepat. Justru pada dasarnya mengurangi budget biar upahnya murah," menambahkan.
Menurutnya apabila tujuan pemerintah untuk meningkatkan kompetensi pekerja dan mengurangi pengangguran, program pemangan bukan solusi tepat. Pemerintah seharunya membuka lapangan kerja baru.
"Dengan alasan itu, seharusnya jawabannya bukan pemagangan tapi dibuka ruang untuk lapangan kerja baru. Kalau dibuka luas, maka mengurangi penganggurannya cepat," jelas dia.
Selain itu, kata Subono, pihaknya juga menolak keras keterlibatan militer dalam dalam melatih calon buruh itu. Pasalnya, bertolak belakang dengan semangat reformasi yang mencita-citakan supermasi masyarakat sipil.
"Perjuangan rakyat selama bertahun-tahun mendorong tentara kembali ke barak, menjadi sia-sia. Tentara yang profesional harusnya menjaga negara, bukan terlibat dengan sipil walaupun hanya pelatihan semi militer," pungkas dia. (ern/ern)










































