Mahasiswa Bakar Ban di Tengah Jalan Depan Kantor Wali Kota Cirebon

Mahasiswa Bakar Ban di Tengah Jalan Depan Kantor Wali Kota Cirebon

Tri Ispranoto - detikNews
Rabu, 01 Mar 2017 12:40 WIB
Mahasiswa Bakar Ban di Tengah Jalan Depan Kantor Wali Kota Cirebon
Foto: Tri Ispranoto
Cirebon - Lima orang mahasiswa yang tegabung dalam Forum Mahasiswa Demokrasi (FMD) menggelar aksi demo di depan Kantor Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (1/3/2017) siang.

Dalam aksinya lima orang mahasiswa tersebut sempat melakukan aksi bakar ban di tengah jalan tepat di depan kantor sang wali kota. Mereka melakukan aksi tersebut hingga ban yang berukuran kecil habis terbakar atau sekitar 10 menit.

Aksi yang dilakukan para mahasiswa itu cukup membahayakan lantaran berada di tengah jalan. Bahkan beberapa pengendara pun harus serba ekstra agar tidak menabrak para demonstran yang saat itu membawa spanduk dan bendera FMD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melakukan aksi bakar ban mereka berorasi di pintu keluar kantor. Di tempat ini mereka mendapat penghadangan dari anggota Satpol PP Kota Cirebon yang langsung menutup pagar agar tidak bisa masuk ke halaman kantor.

Koordinator aksi, Rizki menegaskan, aksi tersebut untuk menagih janji wali kota yang akan menghadirkan sosok wakil wali kota pada tahun 2015 silam. Namun pada kenyataannya hingga tahun 2017 ini sosok tersebut tidak kunjung ada.

"Padahal dalam UU No 8 tahun 2015 dan PP No 53 tahun 2010 secara tidak langsung wali kota telah melanggar dua peraturan tersebut," jelas Rizki di sela-sela aksi.

Ketidakadaan wakil, kata Rizki, justru mempersulit kerja Azis sebagai wali kota. Bahkan banyak permasalahan yang muncul seperti PPDB, DAK, dan kepemilikan aset pemerintah karena ketidakadaan wakil dalam sebuah roda pemerintahan kota.

Disinggung soal masa kepemimpinan Azis yang segera berakhir, Rizki meminta agar ada surat pernyataan sikap apakah wakil wali kota akan ada atau tidak. "Kalau sudah ada kepastian tidak maka kami akan mengontrol roda pemerintahan ini hingga tingkat lanjut," katanya.

Sekitar 30 menit berorasi lima orang mahasiswa ini pun langsung membubarkan diri karena permintaan mereka untuk bertemu Azis atau pejabat berwenang lainnya tidak mendapat respon.

Meski berjumlah lima orang namun saat mereka bubar sangat membahayakan para pengendara karena berjalan dan berorasi di tengah jalan tanpa ada pengawalan dari pihak kepolisian mau pun Satpol PP. (ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads