Geopark Ciletuh dibangun sebagai taman wisata yang berada di tengah-tengah antara Sukabumi dan Pelabuhan Ratu tepatnya di Ujung Genteng.
"Telkom sebagai BUMN yang ada di Jawa Barat berkomitmen untuk turut membangun fasilitas telekomunikasi broadband di kawasan wisata. Saat ini Telkom merupakan satu-satunya provider telekomunikasi yang diminta untuk membangun kawasan tersebut," ujar Executive Vice President Telkom Regional III Jabar Ketut Budi Utama dalam siaran persnya, Selasa (28/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dengan Telkom, Pemprov Jabar juga menggandeng tujuh partner lainnya untuk pengembangan Geopark Ciletuh, yaitu BJB, PT PLN Distribusi Jabar, Asita Jabar, Himpunan Pramuwisata Indonesia (PHI) Jabar, PHRI Jabar, PHRI Kabupaten Sukabumi, dan HPI Kabupaten Sukabumi. Bahkan sebelumnya juga sudah diteken kerjasama dengan geopark yang sudah masuk UGG yaitu Batur UGG di Bali dan Gunung Sewu UGG di Yogyakarta.
Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, kerjasama dengan berbagai pihak tersebut merupakan persyaratan dari Unesco. "Nah, sekarang Insya Allah dengan persyaratan Unesco itu Geopark Partner dimana kita kerjasama dengan berbagai partner itu sudah lengkap," katanya.
Rencananya tim asesor atau penilai dari Unesco akan datang April atau Mei untuk meninjau dan menguji langsung Ciletuh. Dengan segala persiapan yang telah dilakukan menjadi harapan besar Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu akan menjadi nominator yang akan diumumkan Desember 2017. Sehingga apabila lolos, Geoaprk Ciletuh-Palabuhan Ratu akan menjadi satu-satunya wakil Indonesia untuk UGG pada 2018 mendatang.
Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhan Ratu akan dikembangkan sebagai destinasi pariwisata andalan di Indonesia berstandar internasional. Destinasi wisata ini berbasis konservasi lingkungan dan berkelanjutan. Luas kawasan ini mencapai 168 ribu hektar dengan 74 desa dan 8 kecamatan di dalamnya terdiri dari kawasan kehutanan, perkebunan, perkotaan, dan pantai.
Selain membuat partner kerjasama, Pemprov Jawa Barat terus berbenah dalam hal infrastruktur. Aher mencontohkan pihaknya akan membangun jalan sepanjang 40-an kilometer dari Palabuhan Ratu menuju Ujung Genteng. Hal ini akan menjadi kawasan wisata yang unik dan menarik karena pengunjung bisa menikmati kawasan geopark hanya dengan mengakses jalan tersebut.
"Itu akan jadi jalan baru, sejarah baru karena selama ini di pantai yang menghubungkan antara Palabuhan Ratu sampai ke Ujung Genteng kan belum ada jalan selama ini. Jalannya di tengah, kalau kemudian masuk ke kawasan itu jalan setapak lalu masuk ke bibir pantainya," pungkas Aher.
(ern/ern)











































