Gagal Panen Akibat Banjir, Petani di Garut Merugi Hingga Rp 1 M

Gagal Panen Akibat Banjir, Petani di Garut Merugi Hingga Rp 1 M

Hakim Ghani - detikNews
Senin, 27 Feb 2017 16:10 WIB
Gagal Panen Akibat Banjir, Petani di Garut Merugi Hingga Rp 1 M
Foto: Hakim Ghani
Garut - Sejumlah sawah dan kebun berbagai komoditi sayuran di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dipastikan gagal panen. Hal tersebut diakibatkan banjir yang menerjang wilayah itu Minggu malam(26/02/2017).

Di Desa Sukalilah, Sukaresmi, Garut, seluas satu hektare kebun palawija, terong dan cabai yang belakangan ini harganya sangat 'pedas', dipastikan gagal panen, akibat diterjang luapan air Sungai Cikeruh.

Salah seorang pemilik kebun cabai yang kebunnya rusak diterjang banjir, Anan (50), mengaku merugi hingga Rp 300 juta, akibat gagal panen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerugian saya mencapai Rp 300 juta, karena kan sekarang harga cabai sedang tinggi di pasaran," katanya, Senin(27/02/2017).

Sementara itu Camat Sukaresmi Ahmad Ridwan mengatakan selain kebun dan sawah yang mengalami gagal panen, sepuluh kolam ikan milik warga juga ludes diterjang banjir. Bahkan, dua buah tanggul irigasi juga kondisinya rusak parah.

"Di Sukalilah ada sekitar satu hektare lebih kebun yang terendam air luapan sungai Cikeruh. Jika dilihat dari kondisinya dapat dipastikan mengalami gagal panen," kata Camat Sukaresmi, di lokasi banjir, Desa Sukamulya, Senin (27/02/2017).

"Setelah kami hitung, kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Karena tak hanya sawah dan kebun, sejumlah kolam ikan dan tanggul irigasipun ikut tersapu banjir," pungkas Ahmad.

Diketahui sebelumnya, dua desa di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tergenang banjir akibat luapan Sungai Cikeruh, M. Dalam kejadian ini dilaporkan 60 rumah warga terendam air banjir, dua diantaranya mengalami rusak berat.

(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads