Dinding bangunan miring, genting serta atap bangunan roboh rata dengan lantai kelas. Bangunan yang masih labil membuat proses evakuasi reruntuhan bangunan belum dilakukan hingga Selasa siang (21/2/2017).
Menurut Lilis Sobariah, Wakasek Sarana Prasarana SMP Negeri 2 Taraju sebelum ambruk, ada retakan di bagian atas genting. "Kondisi tanah juga mungkin tidak stabil ditambah hujan, jadi ambruk," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tidak menimbulkan korban, namun aktivitas belajar mengajar bahasa Inggris dan komputer menjadi terganggu. Kegiatan belajar bahasa terpaksa dilakukan di ruangan kelas tanpa menggunaan alat peraga.
Kini guru dan siswa berharap agar pemerintah daerah segera membangun laboratorium untuk menunjang kegiatan belajar. (ern/ern)











































