"Pengakuannya (keinginan) sendiri, merasa kesal saja," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus via telefon genggam, Kamis (16/2/2017).
Yusri mengatakan polisi berinisial Y yang saat itu bertugas sebagai pengawal pribadi paslon nomor tiga Ajay-Ngatiyana baru melakukan kampanye gelap satu kali. Tepatnya saat tertangkap warga kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikan, kata dia, pemeriksaan terhadap Y bersama seorang warga yang terlibat masih akan dilakukan. Sehingga, sambung dia, tidak menutup kemungkinan berkembang dan ada temuan baru.
Disinggung soal tudingan tim pemenangan paslon satu yang menyebutkan kampanye serupa sudah berlangsung sejak dua bulan lalu, Yusri enggan berpolemik. Pasalnya, pihaknya tidak menerima adanya laporan itu.
"Itu menurut dia, tapi enggak ada laporan ke kita atau panwaslu. Yang kita tangani itu saat dia tertangkap, tapi ini masih berkembang terus pemeriksaanya," terang Yusri.
Sebelumnya, seorang oknum polisi bersama seorang warga tertangkap tangan melakukan kampanye gelap jelang pencoblosan Pilkada Kota Cimahi. Mereka menyebarkan selebaran yang menyudutkan pasangan nomor satu.
Kedua pria itu terpergok warga di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Rabu (15/2/2017) sekitar pukul 02.30 WIB saat tengah menyebarkan selembaran kampanye gelap tersebut.
Selebaran itu bertuliskan tentang Operasi Tangkap Tangan KPK terhadap beberapa kader PKS dan Golkar (Akil Mochtar, Lutfi Hasan Ishaaq, Ade Swara dan Nurlatifah, Irman Gusman, Itoc Tochija dan Atty Suharti). (ern/ern)











































