Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar Susy Susilawati menyebutkan acara di Lapas Warungkiara tersebut rencananya dihadiri Menkum HAM Yasonna Laoly dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher).
"Sabtu ini Menkum HAM dan gubernur Jabar akan meresmikan operasionalisasi sepuluh tempat industri di lapas," ucap Susy usai bertemu Aher, sapaan Heryawan, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (2/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk Warungkiara, Kuningan, dan Cibinong itu untuk penggemukan sapi, lalu Cirebon industri garmen, Lapas Sukamiskin percetakan, Bogor dan Sukabumi olahan makanan seperti produksi bakso, abon serta sosis. Kemudian Karawang dan Gunung Sindur perikanan," tutur Susy.
Dia menjelaskan, narapidana yang dilibatkan program tersebut ialah napi yang masuk kategori asimilasi. Hasil olahan makanan buatan napi ini, menurut Susy, nantinya dijual ke masyarakat melalui kerja sama pihak lain untuk proses distribusi. Begitupun penggemukan sapi sekitar 200 ekor di tiga lapas tersebut.
"Napi ini dilatih mengurus sapi lokal, dari kurus jadi gemuk. Setelah gemuk dijual, lalu dibelikan sapi lagi," ujarnya.
Menurut Susy, perencanaan Lapas Industri di sepuluh lokasi ini bergulir sejak 2016. Baru pada 2017 ini, sambung dia, sepuluh lapas di Jabar itu siap dioperasikan.
"Tujuan Lapas Industri ini menjadikan warga binaan memiliki keahlian khusus, lalu ada pendapatan negara bukan pajak, napi dapat premi atau upah. Serta tujuan akhir ialah membantu ketahanan pangan di Jabar, khususnya masalah sapi," tutur Susy. (bbn/ern)











































