Kasus Sabu, Mantan Kepala BKD Bandung Barat Divonis 5 Tahun Penjara

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 10 Jan 2017 16:22 WIB
Ilustrasi palu hakim (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Bandung - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung memvonis mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Bandung Barat Tono Nurpomo dengan hukuman lima tahun penjara. Oknum pegawai negeri sipil (PNS) tersebut telah memiliki narkotika jenis sabu.

Tono melanggar Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. Selain Tono, dua orang lainnya yang terlibat, Tjatja Suarsa dan Jafar Kurniadi, diganjar vonis lama hukuman serupa.

Sidang agenda putusan perkara tersebut digelar di PN Bandung, Jalan Martadinata, Selasa (10/1/2017). "Mengadili terdakwa Tono yang terbukti secara sah membeli narkotika golongan satu jenis bukan tanaman dengan penjara lima tahun," kata majelis hakim yang diketuai Pranoto.

Putusan tersebut sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum yaitu lima tahun penjara. Selain hukuman penjara, Tono dan dua terdakwa lainnya dikenakan denda Rp 1 miliar serta subsider selama satu bulan.

Tono memerintahkan Tjatja dan Jafar untuk membeli sabu kepada inisial M selaku bandar melalui kurir inisial U. Tono menyerahkan uang sebanyak Rp 1,3 juta kepada Tjatja dan Jafar untuk mendapatkan sabu berbobot 0,01 gram.

Sidang kasus narkoba ini berlangsung bergiliran. Para terdakwa bergantian mendengarkan amar putusan hakim. Urutan awal, hakim menghadirkan terdakwa Tjatja, lalu Tono dan pamungkasnya Jafar. Hakim menegaskan bahwa ketiga terdakwa terbukti melakukan pemufakatan jahat dalam jual beli sabu.

Hal memberatkan terdakwa yaitu tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas kejahatan narkoba. "Hal meringankan yaitu belum pernah dihukum," ucap Pranoto.

Usai sidang, Tono dan Tjatja menerima putusan hakim. Sementara Jafar pikir-pikir.

Kasus melibatkan Tono yang waktu itu menjabat Kepala BKD Pemkab Bandung Barat diungkap Ditresnarkoba Polda Jabar pada Jumat 22 Juli 2016. Polisi menangkap Tono di salah satu hotel yang berlokasi di kawasan Sukajadi, Kota Bandung.

Terbongkarnya kasus ini bermula dari kecurigaan petugas terhadap gerak-gerak sejumlah orang yang disinyalir melakukan transaksi narkoba di salah satu ruas jalan di Kota Bandung. Polisi meringkus Tjatja dan Jafar selaku pembeli, serta U sebagai kurir dan M merupakan bandar sabu. Kepada polisi, Tjatja dan Jafar mengaku membeli sabu karena disuruh oleh Tono.

Berdasarkan keterangan dua orang tersebut, Tono tengah menunggu di hotel. Polisi langsung bergegas menyambangi hotel untuk meringkus Tono. Mereka semua digiring ke ruang tahanan Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. (bbn/ern)