DetikNews
Jumat 06 Jan 2017, 12:53 WIB

Tarif Baru STNK Berlaku Hari Ini, Warga Antre di Samsat Bandung Timur

Baban Gandapurnama - detikNews
Tarif Baru STNK Berlaku Hari Ini, Warga Antre di Samsat Bandung Timur Foto: Baban Gandapurnama
Bandung - Tarif baru Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BKPB) mulai berlaku hari ini. Suasana kantor Samsat Bandung Timur ramai antrean warga yang mengurus administrasi kendaraan bermotor.

Pemerintah mengesahkan kenaikan tarif PNBP di lingkungan Polri per 6 Januari 2017. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 60 Tahun 2016 tentang PNBP di Lingkungan Polri pengganti PP No 50 Tahun 2010. Kenaikan tarif tersebut mulai penerbitan STNK baru dan perpanjangan, pengesahan STNK, penerbitan Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK), dan lainnya, dengan kenaikan rata-rata 100 persen dari tarif awal.

Pantauan detikcom di kantor Samsat Bandung Timur, Jalan Ibrahim Adjie (Kiaracondong), Jumat siang (6/1/2017), sekitar pukul 10.00 WIB, para warga berbagai kalangan tampak antre di loket pendaftaran, pembayaran, dan pengambilan. Isi ruangan penuh orang sehingga sebagian warga harus berdiri menunggu pengantre beranjak dari tempat duduk saat dipanggil petugas.

Salah seorang warga, Gunawan Wibisono (52), mengaku tidak keberatan dengan adanya kenaikan tarif PNBP. Pria berdomisili di Gendebage, Kota Bandung, tengah mengurus perpanjangan STNK roda dua.

"Enggak masalah mau naik (tarif) juga," ucap Gunawan di kantor Samsat Bandung Timur.

Sejak Kamis pagi (5/1) kemarin, Gunawan sebenarnya sudah melakukan pengurusan administrasi kendaraan miliknya. Lalu saat mau membayar, sebut Wibisono, petugas memintanya untuk kembali ke Samsat Bandung Timur pada 10 Januari mendatang.

"Hari ini saya datang lagi mau membayar. Kemarin enggak ada penjelasan. Padahal kan bisa beres sejak kemarin, saya enggak mau datang tanggal sepuluh nanti. Maunya sekarang urusan selesai, ya ini kan tinggal bayar saja," ujarnya.

Dia meminta pihak terkait untuk menyeimbangkan kenaikan tarif PNBP dengan meningkatkan kualiatas pelayanan publik. "Ya enggak pengaruh naik juga tarifnya, tapi paling penting ya pelayanannya harus bagus," ucap Gunawan.

Serupa diungkapkan Nandang Surahman (47), warga Ujungberung, Kota Bandung. "Naik tarif, bagi saya enggak masalah. masih batas wajar," kata Nandang yang mengurus BPKB roda motor.

Dia turut menyoroti soal pelayanan di Samsat Bandung Timur. "Jangan biarkan warga mengantre terlalu lama. Bikin gampang saja," ujar Nandang.

Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Tomex Kurniawan mengakui masih adanya kendala dalam pelayanan kepada warga yang mengurus administrasi kendaraan bermotor. "Saya meminta petugas agar cepat respons dan tidak ada yang lama. Memang kendala pasti ada, makanya kita terus evaluasi dan perbaiki," ucap Tomex di tempat yang sama.

Tarif baru yang diberlakukan mulai 6 Januari 2017 sesuai PP 60 Tahun 2016 ini antara lain untuk penerbitan STNK baru dan perpanjangan kendaraan roda dua atau tiga naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu. Untuk roda empat atau lebih, semula betarif Rp 75 ribu menjadi Rp 200 ribu.

Penerbitan TNKB roda dua atau tiga naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 60 ribu, sedangkan roda empat atau lebih dari tarif Rp 50 ribu jadi Rp 100 ribu.

Untuk penerbitan BPKB roda dua atau tiga baru serta ganti kepemilikan tarifnya naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 225 ribu. Lalu roda empat atau lebih yang semula Rp 100 ribu menjadi Rp 375 ribu. Penerbitan surat mutasi kendaraan bermotor ke luar daerah untuk roda dua atau tiga dari tarif Rp 75 ribu menjadi Rp 150 ribu, serta roda empat atau lebih yang awalnya Rp 75 ribu menjadi Rp 250 ribu.
(bbn/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed