Isak Tangis Keluarga Lepas 120 Brimob Polda Jabar BKO ke Papua

Isak Tangis Keluarga Lepas 120 Brimob Polda Jabar BKO ke Papua

Mukhlis Dinillah - detikNews
Kamis, 05 Jan 2017 18:49 WIB
Isak Tangis Keluarga Lepas 120 Brimob Polda Jabar BKO ke Papua
Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Isak tangis keluarga pecah saat melepas personel Satuan Brimob Polda Jabar yang melaksanakan tugas bawah kendali operasi (BKO) ke Puncak Jayawijaya, Papua. Satu kompi personel Sat Brimob Polda Jabar ini akan bertugas selama 6 bulan.

Suasana haru begitu nyata saat keluarga bersua terakhir sebelum 120 personel Sat Brimob Polda Jabar berangkat bertugas di wilayah hukum Polda Papua. Pelepasan itu berlangsung di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (5/1/2017).

Tetesan air mata seolah tak terbendung saat keluarga menatap dan memeluk erat orang tercintanya. Ada yang akan berpisah dengan orang tuanya dan ada juga yang akan meninggalkan istri dan anak-anaknya selama melaksanakan tugas negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tampak seoarang wanita tua terkulai lemas sesaat setelah memeluk putra pertamanya Zaki Setiawan yang tergabung dalam pasukan tersebut. Ia terlihat begitu berat melepas Zaki yang sudah menjadi anggota Sat Brimob Polda Jabar empat tahun terakhir.

"Ditinggal anak tugas pasti berat. Tapi mudah-mudahan anak saya selamat sampai tugasnya selesai. Doa saya selalu menyertai," kata Susilowati (50) disela-sela pelepasan.

Pada kesempatan itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan menyalami satu persatu anggota Sat Brimob dan keluarganya yang hadir. Anton menyemangati dan meminta keluarga anak buahnya selalu berdoa untuk keselamatan dalam bertugas.

"Doakan tugasnya lancar dan kembali dengan selamat," kata Anton kepada pihak keluarga.

Pengiriman personel BKO di Puncak Jayawijaya ini pertama kalinya untuk Polda Jabar. Satu kompi pasukan yang akan berangkat ini menggantikan BKO dari Polda Kalsel yang sudah bertugas lebih dulu 6 bulan lalu.

"Tidak menutup kemungkinan diperpanjang. Melihat situasi dan kondisi," ucap Anton.

"Karena di Puncak Jayawijaya memiliki gangguan kamtibmas berkadar tinggi. Ada Operasi Papua Merdeka (OPM) dan yang lainnya," menambahkan.

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri mengingatkan seluruh personel yang bertugas untuk tetap waspada dan melaksanakan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Jangan sampai lengah terhadap gangguan sekecil apapun.

"Selalu wasapada jangan pernah menyepelekan (gangguan) sekecil apapun. Saya mengingatkan bahwa ada beberapa akspek georgrafis, kultur, yuridis yang berbeda dengan Jabar," ungkap jendral bintang dua ini.

"Hasil latihan pra operasi harus menjadi pedoman. Untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Selalu bergerak dalam ikatan pasukan, jangan perorangan," ujar Anton.

(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads