"Om tanam pohon om!," ujar keduanya serentak sambil mengacungkan kertas bertuliskan kalimat tersebut.
"Bagus ya ini buat dikampanyekan. Asalnya Om telolet Om, jadi Om tanam pohon Om!" tambah Aher.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendukung penghijauan di Kabupaten Bandung, Pemprov Jawa Barat telah menyerahkan 457 ribu benih kopi bersertifikat. Benih kopi ini bisa ditanam di lahan kritis di kawasan hulu Citarum.
"Kalau Kabupaten Bandung sudah dikenal hingga ke dunia soal kualitas kopi Gunung Puntang, ke depan akan dikenal juga kopi Kertasari," katas Aher.
Sementara itu Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan masyarakat desa di wilayahnya harus mengubah pola pikir tentang pemanfaatan lahan di desa. "Konsepnya kita ubah, dibuat hutan rakyat tapi bisa tanam pertanian dengan tentram tapi hutan tetap terjaga. Jangan sampai kejadian di Cimanuk Kabupaten Garut terjadi di Kabupaten Bandung dengan kondisi gunung gundul seperti ini," kata Dadang.
Dadang juga mengajak masyarakat untuk kembali menghijaukan kawasan hutan yang saat ini sudah menjadi lahan tanaman semusim, seperti tanaman bawang dan sayuran.
"Hayu urang sasarengan ngahejokeun leuweng. Leuweng hejo rakyat hejo, leuweung rusak rakyat balangsat (Mari kita hijaukan hutan. Hutan hijau rakyat hijau, hutan rusak rakyat melarat)," tegas Dadang.
Desa Cibeureum merupakan salah satu desa yang telah mendapat anggaran APBN hingga Rp 850-an juta. Dalam kesempatan tadi juga, diresmikan kantor desa Cibeureum.
(err/err)











































