Program pasar aman dari bahan berbahaya ini pertama kalinya diterapkan di Kota Bandung. Pasar Cihapit menjadi pilot project program tersebut. Tahun ini BPOM RI sudah menerapkan program tersebut di 57 pasar di seluruh Indonesia.
Kepala BPOM RI Penny Kusumastuti Lukito mengatakan program ini terdiri dari pemeriksaan kelaikan pangan dengan melakukan tes kit secara random. Hal itu untuk memastikan adanya bahan pengawet, pewarna makanan di Pasar Cihait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penny menuturkan program tersebut diharapkan terus berlanjut. Sehingga, sambung dia, perlu adanya kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan pembinaan terhadap pengelola dan para pedagang di pasar.
"Jadi diharapkan nanti jadi program Pemda. Kami hanya memulai, sisanya dilanjutkan oleh Pemda. Semoga bisa berlaku untuk semua pasar yang ada di Kota Bandung," terang dia.
Foto: Mukhlis Dinilah/detikcom |
Ia menjelaskan BPOM akan mendukung penuh kelancaran program tersebut. Pihaknya akan memfasilitasi baik peralatan hingga training untuk melakukan tes kit tersebut. Serta BPOM juga akan tetap memantau secara berkala.
"Jadi nanti orang-orang yang kami training akan memberikan stiker bagi pedagang yang sudah melalui test kit. Nanti diberikan stiker misalnya hijau (bebas bahan berbahaya), kalau kuning itu masih ada atau dalam pembinaan," ucap Penny.
"Jadi nanti masyarakat akan menilai sendiri. Kita mendidik masyarakat juga di sini bahwa kualitas pangan beragam, kita harus berhati2 dalam hal ini baik membeli dan mengonsumsi makanan," menambahkan. (trw/trw)












































Foto: Mukhlis Dinilah/detikcom