"Kita kekurangan konten, jadi saya imbau MUI dan Ormas islam memimpin pasukan dakwah digital agar punya konten-konten positif untuk menepis konten negatif," ujar pria yang akrab disapa Emil kepada wartawan, Senin (19/12/2016).
Selain itu, Emil juga meminta ulama-ulama di Indonesia untuk mahir bahasa inggris agar bisa menjadi referensi muslim yang damai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain pria berkacamata itu juga mengklaim konten yang diunggah dirinya ke sosial media saat ini banyak konten edukasi. Untuk mengingatkan para pengikutnya.
"Postingan saya di medsos banyak edukasi untuk ingatkan follower saya yang 9 juta ini agar paham pikiran netralitas dan cara pikir jernih. Edukasi ini penting," tandasnya.
(avi/ern)











































