Keempat belas angkot tersebut yakni trayek Margahayu-Ledeng lima unit, Kalapa-Ledeng tiga unit, dan Sederhana-Cimindi enam unit.
Angkot Pintar ini terinspirasi dari Perpustakaan Angkot yang digagas seorang sopir angkot di Soreang. Kemudian diadaptasi Dinas Perhubungan Kota Bandung yang bekerjasama dengan Komunitas Rindu Menanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Didi, hadirnya angkot ini selain untuk membangun budaya literasi. Hadirnya buku-buku di angkot juga untuk memakmurkan angkot. Sehingga masyarakat kembali berminat untuk naik angkot.
"Jadi bukan hanya membuat angkot menjadi ramai, tapi berfaedah. Ini salah satu program kita untuk meningkatkan daya tarik angkot," terang Didi.
Sementara itu, Rosihan Fahmi dari Komunitas Rindu Menanti mengatakan, Angkot Pintar ini sebetulnya sudah hadir sejak 2 Desember 2015 lalu. Saat itu baru ada lima angkot.
"Bukunya dari donatur. Kami mengontrolnya di halte. Untuk angkot Margahayu-Ledeng kami mengontrolnya di pemberhentian angkot Jalan Riau," ucap Fahmi.
Menurut Fahmi, saat ini buku-buku yang ada di angkot masih beragam. Namun dari polling yang dibuat oleh Dishub, yang paling diminati adalah buku-buku ringan.
"Diminati buku-buku komik yang tidak tebal. Buku-buku motivasi," ucapnya. (avi/ern)











































