Jelang Natal 2016, Polda Jabar Ingatkan untuk Saling Menghormati Antar Umat Beragama

Jelang Natal 2016, Polda Jabar Ingatkan untuk Saling Menghormati Antar Umat Beragama

Masnurdiansyah - detikNews
Rabu, 07 Des 2016 14:18 WIB
Jelang Natal 2016, Polda Jabar Ingatkan untuk Saling Menghormati Antar Umat Beragama
Foto: Baban Ganda Purnama
Bandung - Jelang Hari Raya Natal tahun 2017, kepolisian mengingatkan kepada setiap umat beragama di Jawa Barat agar bisa saling menghargai demi menjaga keharmonisan antar umat beragama.

"Untuk natal nanti kita sama-sama menghormati keragaman beragama, saling menjaga," imbau Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (7/12/2016).

Segala kegiatan yang menyangkut masalah agama harus menjunjung tinggi nilai keagamaan. Masyarakat jangan mau terpengaruh dengan aksi provokasi yang akan menimbulkan konflik agama atau sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Segala kegiatan apapun yg berbau agama harus kita junjung betul-betul membantu. Jangan mau terprovokasi dengan apapun termasuk dengan medsos yang menyudutkan pihak tertentu dan bisa memecah belah persatuan NKRI," kata dia.

Segala informasi yang tersebar di media sosial, Yusri meminta agar ditelaah dan dicerna secara benar. Hal ini berkaca kepada kejadian pada hari Selasa (6/12) malam kemarin di gedung Sabuga, Kota Bandung. Sejumlah massa yang mengatasnamakan diri dari Pembela Ahlus Sunnah (PAS), mendatangi lokasi penyelenggaraan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Pihak PAS meminta panitia KKR agar menyelenggarakan kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Massa yang mengatasnamakan diri Pembela Ahlus Sunnah (PAS) mendatangi lokasi penyelenggaraan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Gedung Sabuga, Jalan Tamansari, Kota Bandung.

Pihak PAS meminta panitia KKR menyelenggarakan kegiatan keagamaan tersebut di rumah ibadah. Menurut mereka hal ini sesuai dengan Surat Peraturan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006.

Yusri melanjutkan, jika aksi semalam ada miss komunikasi diantaranya keduanya. "Semalam memang sudah ada kesepakatan, permasalahan di Sabuga semalam memang ada sedikit miss komunikasi Antara ormas yang ada dengan pihak panitia dari KKR," lanjutnya.

Yusri menjelaskan, untuk acara pada siang hari memang sudah terlaksana dengan baik. Namun untuk acara pada malamnya ada satu prosedur perizinan yanh masih dianggap kurang sehingga dilengkapi oleh panitia.

"Hasil kesepkatan bersama dimediasi oleh Kapolrestabes dengan panitia KKR dan ormas yang ada, kalau panitia tersebut harus melengkapi persyaratan prosedur dalam hal pelaksanaan kegiatan tersebut. Sehingga kegiatan tersebut diundur setelah nanti dilengkapi prosedurnya," paparnya. (ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads