Mahasiswa Sukabumi Gelar Aksi Solidaritas Petani Majalengka

Mahasiswa Sukabumi Gelar Aksi Solidaritas Petani Majalengka

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 21 Nov 2016 12:25 WIB
Mahasiswa Sukabumi Gelar Aksi Solidaritas Petani Majalengka
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Belasan mahasiswa menggelar aksi solidaritas untuk petani Desa Sukamulya, Kabupaten Majalengka, berkaitan persoalan lahan proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Unjuk rasa mereka berlangsung di halaman Mapolresta Sukabumi.

Massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Sukabumi menyampaikan aspirasinya secara tertib dan damai.

"Pihak Pemprov Jabar, Pemkab Majalengka dan BPN melibatkan aparat gabungan Polri serta TNI dan Satpol PP secara sepihak melakukan pengukuran paksa terhadap Desa Sukamulya yang menjadi objek pembangunan BIJB," ujar Ketua Cabang PMII Sukabumi Sugiana Al Qatiri kepada wartawan di Mapolresta Sukabumi, Senin (21/11/2016).
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Petani Majalengka di Mapolresta SukabumiFoto: Syahdan Alamsyah
Menurut Sugiana, Desa Sukamulya merupakan satu-satunya desa yang masih memilih mempertahankan tanah dan kampungnya. Jumlah warga di desa tersebut, sambung dia, sebanyak 1.478 KK dengan luas lahan yang dipertahankan lebih dari 500 hektare.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kamis lalu (17/11/2016), warga Desa Sukamulya dan polisi bentrok. Polisi sempat menembakkan gas air mata pada warga yang menolak dilakukan pengukuran lahan untuk proyek bandara internasional Jawa Barat.

"Informasi yang kami dapat ada enam orang ditangkap dan belasan warga mengalami luka-sobek di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul. Kami meminta polisi untuk menghentikan tindakan represif dan kriminalisasi, mengevaluasi pembangunan karena progress bisa tetap dilakukan tanpa perlu menggusur," tutur Sugiana.

Selain orasi, demonstran membawa cangkul dan alat pertanian untuk aksi teatrikal di hadapan puluhan polisi yang berjaga. Sekitar lima menit berada di halaman Mapolresta Sukabumi, massa beranjak menuju kantor Pemkot Sukabumi untuk menyuarakan tuntutan serupa.
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Petani Majalengka di Mapolresta SukabumiFoto: Syahdan Alamsyah
Tiga petani asal Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Majalengka, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar. Mereka dituduh sebagai provokator kericuhan saat pengukuran lahan untuk proyek BIJB pada Kamis lalu (17/11/2016).

Warga menghadang petugas BPN yang datang dengan ribuan polisi. Dalam kericuhan itu, polisi sempat menembakkan gas air mata ke arah warga. Sejumlah warga dikabarkan terluka, begitu juga dari polisi.

"Enam orang kami periksa, tetapi hanya tiga orang yang memenuhi unsur menjadi tersangka. Tiga orang lainnya sudah kami pulangkan kemarin," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi via telepon seluler, Sabtu (19/11/2016). (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads