Informasi dihimpun, pelaku terdeteksi setelah tiga orang temannya DY alias Ewon, AS alias Otoi dan DH lebih dulu ditangkap. Ketiganya kemudian membocorkan informasi jika Buruy bersembunyi di areal perkebunan sawit, diwilayah Cikidang.
"Sekira pukul 03.30 WIB Buser kemudian menuju lokasi yang ditinjukan oleh tiga pelaku yang sudah lebih dulu ditangkap. Ternyata benar, pelaku bersembunyi di areal perkebunan sawit. Saat akan disergap dia melarikan diri, satu anggota kemudian melakukan pengejaran nah saat itu si pelaku tiba-tiba berbalik dan berusaha menyabetkan golok yang dibawanya ke arah petugas," kata Kapolres Sukabumi AKBP M Ngajib kepada detikcom, sekira pukul 18.00 WIB, Jumat (18/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena membahayakan keselamatan, anggota kita terpaksa menembakan senjata ke dada korban," sambung Ngajib. Buruy kemudian tumbang setelah satu peluru menembus dada kirinya.
Dikatakan Ngajib, para pelaku kerap melakukan aksinya disejumlah tempat seperti Yogyakarta, Malang dan Aceh. Terakhir mereka beraksi di wilayah Cicurug, Sukabumi.
"Mereka menggasak uang dan barang berharga di mes karyawan pabrik dengan kerugian mencapai Rp 300 juta. Saat beraksi mereka tak segan menyekap dan melukai korbannya," tandas Ngajib.
Polisi masih melakukan pengejaran tiga pelaku lain yang terlibat dalam aksi perampokan di sejumlah tempat. Untuk tiga pelaku yang sudah lebih dulu ditahan, polisi menjerat mereka dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara 12 tahun. (err/err)










































