5 Siswanya Ditodong, Pihak Sekolah Singgung Program Ridwan Kamil Soal Naik Angkot

5 Siswanya Ditodong, Pihak Sekolah Singgung Program Ridwan Kamil Soal Naik Angkot

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 18 Nov 2016 17:33 WIB
5 Siswanya Ditodong, Pihak Sekolah Singgung Program Ridwan Kamil Soal Naik Angkot
Foto: Baban Ganda Purnama-detikcom
Bandung - Pihak SMPN 2 Bandung kaget bukan kepalang setelah mengetahui kabar lima anak didiknya menjadi korban penodongan di dalam angkot jurusan Kebon Kalapa-Dago. Kini guru dan para murid merasa waswas naik angkot. Sisi lain, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil gencar mengampanyekan warganya untuk naik angkot, terutama Jumat.

"Pemkot Bandung kan terus-terusan mencanangkan warganya naik angkot, tapi dengan ada kejadiannya lima siswa jadi korban penodongan, kami menjadi resah," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Rachmat Abdillah di gedung SMPN 2 Bandung, Jalan Sumatera, Jumat (18/11/2016).

Pascakejadian penodongan tersebut, sambung Rachmat, progam naik angkot yang digulirkan Pemkot Bandung mesti memerhatikan lebih faktor keamanan dan keselamatan jiwa penumpang. Tujuannya agar insiden penodongan kepada penumpang angkot di Kota Bandung tidak terulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kembalikan lagi kepada Pa wali kota. Ya bagaimana caranya penumpang bisa safety saat menggunakan angkot. Kan bisa kerja sama dengan polisi atau petugas keamanan lainnya. Kalau perlu tambah juga armada bus sekolah," ujar Rachmat.

Berkaitan dari aksi penodongan menimpa kelima siswanya, pihak SMPN 2 Bandung menyarankan agar pengurus angkot untuk selektif memilih sopir. "Keamanan penumpang itu tergantung sopir. Sopir juga harus mau bertanggung jawab demi keamanan anak sekolah yang naik angkot," ucap Rachmat.

Senada diungkapkan Humas SMPN 2 Bandung Dwi Yanti. "Pemkot harus melihat juga rasa aman dan nyaman para penumpang angkot," kata Dwi.

Selama ini, dia melanjutkan, pihak SMPN 2 Bandung selalu meminta siswanya yang pulang ke rumah menggunakan angkot agar berbarengan atau lebih dari dua orang. Maksudnya agar saling menjaga keamanan dan keselamatan sewaktu menumpangi transportasi umum.

Adanya aksi kejahatan menyasar bocah sebagai korban, Dwi meminta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dapat memberikan antensi untuk menjamin rasa aman dan nyaman bagi kalangan anak-anak. "Setelah kejadian penodongan yang korbannya siswa, kami menyampaikan rekomendasi. Ya intinya kami minta Pa Ridwan Kamil untuk menciptakan Kota Bandung ramah bagi anak, terutama anak-anak sekolah. Kami juga meminta kepada polisi untuk mengusut tuntas kasus penodongan ini. Sebab kejadian tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat," tutur Dwi.

Aksi penodongan tersebut terjadi di Jalan Ciateul, Kota Bandung, Kamis (17/11) kemarin, sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah beres jam pelajaran, lima siswa kelas 7, inisial GF (12), BB (12), DA (12), FT (12) dan MDA (12), berbarengan pulang menggunakan angkot jurusan Kebon Kalapa-Dago yang ngetem di depan sekolahnya.

Penodong gagal merampas barang berharga milik para siswa tersebut. Empat siswa, GF, BB, FT dan MDA, berhasil meloloskan diri dengan cara meloncat keluar melalui pintu angkot. Sementara DA sempat tertinggal lalu diturunkan dari angkot dengan kondisi tangannya luka sobek akibat sabetan senjata tajam. (bbn/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads