Trauma Aksi Penodongan di Angkot, Tiga Siswa SMP 2 Bandung Absen Sekolah

Trauma Aksi Penodongan di Angkot, Tiga Siswa SMP 2 Bandung Absen Sekolah

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 18 Nov 2016 10:48 WIB
Trauma Aksi Penodongan di Angkot, Tiga Siswa SMP 2 Bandung Absen Sekolah
Dua siswa SMP 2 Bandung korban penodongan/ Foto: Baban Ganda Purnama-detikcom
Bandung - Tiga dari lima Siswa SMP 2 Bandung yang menjadi korban penodongan di dalam angkutan kota (angkot) jurusan Dago-Kebon Kelapa terpaksa hari ini tidak bersekolah. Mereka masih trauma setelah mengalami penodongan kemarin. Pelaku mengancam menggunakan senjata tajam.

"Tiga siswa masih trauma sehingga hari ini tidak sekolah. Tadi orang tua mereka menyampaikan kepada pihak sekolah via telepon," ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 2 Bandung Rachmat Abdillah saat ditemui wartawan di SMPN 2 Bandung, Jalan Sumatera, Jumat (18/11/2016).

Aksi penodongan tersebut terjadi di Jalan Ciateul, Kamis (17/11) kemarin, sekitar pukul 15.30 WIB. Kelima bocah korban penodongan orang tak dikenal itu masing-masing inisial BB (12), GF (12), DA (12), FT (12) dan MDA (12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya dua siswa yang hari ini sekolah, FT dan GF," ucap Humas SMPN 2 Bandung Dwi Yanti.

Yanti menyebutkan, perwakilan sekolah segera mendatangi rumah ketiga korban tersebut untuk berjumpa dengan orang tuanya.

"Pihak sekolah melalui wali kelas masing-masing akan mengunjungi rumah siswa tersebut. Mudah-mudahan kedatangan guru ke rumah orang tua siswa itu bisa mengurangi trauma dialami siswa," ujar Dwi.


(bbn/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads