Yasa menjelaskan tiga kelurahan itu meliputi Ciumbuleuit, Ledeng dan Hegarmanah. Untuk Kelurahan Ciumbuleui tercatat ada tujuh titik yang rawan longsor. Sementara Kelurahan Ledeng dan Hegarmanah masing-masing ada tiga titik rawan longsor.
"Tapi skala potensi longsornya tidak besar, tapi warga harus tetap waspada. Apalagi dengan cuaca ekstrem saat ini," kata Yasa kepada detikcom di Kantor Kelurahan Hegarmanah, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Rabu (16/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi tanah yang labil dan cuaca ini jadi beberapa faktor wilayah kami rawan longsor. Saya rasa wilayah lainnya yang di KBU juga rawan, seperti wilayah Coblong dan Cibeunying," ujar Yasa.
Untuk mengantisipasi terjadinya longsor, kata dia, pihaknya sudah menyiagakan posko pengendalian bencana di setiap kelurahan termasuk kecamatan. Posko tersebut nantinya berfungsi sebagai lokasi koordinasi penanggulangan bencana.
"Semua unsur dilibatkan baik masyarakat dan kewilayahan. Kami juga terus melakukan pemantauan ke lokasi saat rawan saat hujan turun," ucapnya.
"Kami minta masyarakat lebih waspada juga, khususnya yang berada di pinggir sungai maupun tebing. Karena bencana tisak bisa diprediksi datanganya," kata Yasa menambahkan.
Akibat pergerakan tanah sebuah fondasi bangunan kosong di Gang Setiamanah, RT10/RW03, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, roboh pada Selasa (15/11/2016). Material batu bercampur tanah itu menimpa satu rumah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. (bbn/bbn)