Warga mengeluh karena menilai pemerintah tidak serius menangani banjir yang kerap terjadi di wilayah ini.
"Ini kan jalan protokol yang menghubungkan antara Bandung dan Garut, seharusnya pemerintah bisa langaung bertindak agar banjir ini tidak terjadi lagi," ujar Asep Suhendar (25) saat ditemui di lokasi banjir, Senin (14/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kami lelah saja dengan kondisi ini yang terus terjadi. Bahkan belakangan ini kami sudah tiga kali terjadi banjir yang sama," keluhnya.
Foto: Masnurdiansyah-detikcomKondisi arus lalu lintas di Rancaekek, Bandung pasca banjir, Senin (14/11/2016) |
Hal serupa dikeluhkan warga lainnya, Deti Amelia (26). Menurutnya pemerintah setempat seharusnya cepat menangani banjir. Deti menilai pemerintah sebenarnya memiliki kemampuan untuk mengusut penyebab utama terjadinya banjir Rancaekek.
"Pemerintah kalau serius mungkin tahu penyebab utama banjir di sini, karena warga di sini saja juga sudah capek ngalamin kayak gini. Ini jalan protokol yang harus bebas dari banjir," tuturnya.
Arus lalu lintas sudah normal. Kendaraan dari kedua arah baik menuju Bandung ataupun Garut sudah lancar. Hanya saja kendaraan perlu menurunkan kecepatannya saat melintas di depan Kahatex, karena sisa genangan air masih ada.
"Arus lalin dari Nagreg menuju Cileunyi atu Bandung sudah mulai lancar, termasuk di jalur Bandung menuju Garut juga sama," kata Kasat Lantas Polres Bandung AKP Rezkhy Setya Dewanto kepada detikcom.
Rezkhy mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati saat melintas di Rancaekek, meskipun air sudah surut. "Tetap jaga keselamatan selama berkendara," ujarnya. (fdn/fdn)











































Foto: Masnurdiansyah-detikcom