Peristiwa pergerakan tanah ini berlangsung Minggu (13/11) kemarin. Dua lokasi longsor berada di Jalan Raya Kolonel Masturi (Kolmas) Kampung Karamat, RT 7 RW 6, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang. "Tanah yang longsor itu tepatnya di Alam Sejuk depan Vila Ganesha dan samping Vila Pleasant Hill," kata Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi via telepon, Senin (14/11/2016).
Ade menjelaskan, longsor di sekitaran Alam Sejuk terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada sore kemarin. "Tanah longsor dengan ketinggian sekitar 70 meter dan lebar 15 meter itu menyebabkan sebagian badan jalan tertutup dan tersisa 20 sentimeter. Terlihat juga retakan kurang lebih 50 meter sehingga diberlakukan buka tutup jalan pada satu jalur," tutur Ade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam harinya atau sekitar pukul 21.30 WIB, Ade melanjutkan, tebing di Kampung Sukaluyu, RT 3 RW 5, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, mengalami longsor. Satu rumah semi permanen milik warga, Didi Harijadi (45), rusak akibat peristiwa bencana ini.
"Longsor dari tebing sekitar 20 Meter dan material tanah longsoran menimpa rumah korban yang lagi kosong. Kondisi rumah rusak cukup parah," ucap Ade.
Lebih lanjut dia menuturkan, akses di Jalan Kolmas atau Jalur Lembang-Parangpong hingga siang ini belum dapat dilintasi kendaraan lantaran material longsor masih menutup jalan. "Kendaaraan enggak bisa lewat ke Jalan Kolmas. Jadi kendaraan dari arah Lembang (menuju Parongpong) atau arah sebaliknya dibelokan ke Jalan Sersan Bajuri," kata Ade.
Ia mengimbau kepada seluruh pihak agar mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam di sekitar kawasan Bandung Barat dan Kota Cimahi sehingga dapat mengambil langkah cepat. "Kami pihak kepolisian siap 24 jam dalam membantu masyarakat," ujar Ade. (bbn/bbn)











































